Belasan Warga Desa Maharayya Selayar Datangi Dinas Sosial

  • Whatsapp
Belasan Warga Desa Maharayya Selayar Datangi Dinas Sosial

Belasan Warga Desa Maharayya Selayar Datangi Dinas Sosial

SELAYAR.UPEKS.co.id — Belasan warga Desa Maharayya, Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan  Selayar datangi Kantor Dinas Sosial., Rabu (10/6).

Bacaan Lainnya

Mereka pertanyakan Bansos yang mereka terima dan menyampaikan uneg-uneg mereka karena warga menilai  pendataan penerima bansos terdampak COVID-19 di Desa Maharayya tidak merata dan tidak tepat sasaran.

Warga Desa Maharayya diterima Kadis Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar Patta Amir, S.P di ruangannya, Rabu (10/06/2020).

Andi Nur Hamzah mewakili warga penerima manfaat BPNT dari dusun Balang-Balang dan Dusun Bone-Bone Desa Maharayya menyampaikan, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kualitas barang yang diterima warga dalam kondisi rusak atau tidak layak konsumsi.

Selain itu, terkait data penerima Bansos Terdampak COVID-19 terindikasi tidak merata dan tidak tepat sasaran karena fakta yang ada di lapangan membuktikan ada yang layak dapat tapi tidak dapat, begitupun sebaliknya ada yang tidak layak dapat tapi pada kenyataannya dapat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hamzah juga mengungkapkan bahwa kami kesini bukan untuk mencari-cari kesalahan orang lain atau menjelek-jelekkan salah satu pihak, tapi kami kesini untuk menyampaikan seperti apa adanya fakta yang terjadi di lapangan. Dan yang paling utama kami sengaja datang ke Dinsos untuk mengembalikan bantuan tersebut agar tidak menimbulkan fitnah nantinya,” ucapnya melalui wawancaranya dengan awak media.

Kadis sosial Patta Amir, S.P menjelaskan, salah satu yang harus kami lakukan segera,supervisi ke agen -agen, karena ternyata ada agen -agen yang belum menyadari atau tidak mau melaksanakan kewajibannya.

“Sebenarnya ada perjanjian antara agen dengan supplier, supaya setelah barang di droping oleh supplier agar melakukan sortir, atau melakukan pemisahan antara barang yang tidak layak konsumsi, atau barang yang rusak aik itu beras, telur yang pecah atau kentang yang sudah busuk,” ujar Patta Amir.

Ditanyakan, terkait sanksi bagi agen yang menyalurkan barang tersebut, ia menjawab, agen tersebut adalah agennya BRI link jadi secara langsung kami tidak punya hak karena itu kewenangannya BRI, yang jelas kami akan tegur agen itu dan kami akan teruskan ke BRI.

Lanjut dikatakan, terkait beras yang dikembalikan masyarakat yang tidak layak konsumsi itu kami akan ganti dan itu
merupakan kewajiban supplier kalau ada barang yang tidak layak konsumsi, apakah beras, telur, sayuran itu harus
diganti. Syaratnya, supplier tidak bisa melakukan kontrol untuk semua agen karena kondisi kita di selayar sehingga
memang kewajibannya agen untuk melakukan sortir barang yang rusak setelah itu dilapor ke supplier dan diganti,”
pungkasnya. (Sya)

Pos terkait