Antrean Online, Pangkas Waktu Tunggu Peserta

  • Whatsapp

Antrean Online, Pangkas Waktu Tunggu Peserta

 

Bacaan Lainnya

Palopo, Upeks.co.id – Sebagai penyelenggara tunggal jaminan kesehatan yang ada di Indonesia, BPJS Kesehatan sudah seharusnya berfokus pada kualitas pelayanan kesehatan yang akan diberikan kepada peserta. Berbagai upaya telah ditempuh demi mencapai kepuasan peserta yang maksimal, mengingat tahun ini adalah tahun kepuasan pelanggan.

Salah satunya yaitu dengan antrean online, sistem antrean online merupakan salah satu terobosan BPJS Kesehatan yang memberikan kemudahan untuk mendapatkan pelayanan di FKTP dan FKRTL. Mungkin kita bisa menengok kembali pencanangan antrean online pertama ini sudah dilakukan pada tahun 2018 yang dihadiri langsung oleh Fachmi Idris selaku Direktur Utama. Puskesmas Wara sebagai puskesmas pertama di Luwu Raya yang mengimplementasikan antrean online tersebut.

Setelah melakukan pengembangan dan penyempurnaan akhirnya antrean online resmi dipasang di Kabupaten Luwu Utara, yaitu di Puskesmas Sabbang tepatnya. Sebagai pelopor di Kabupaten Luwu Utara sendiri, tentunya butuh sosialisasi terkait antrean online ini kepada masyarakat, mengajarkan kembali kepada peserta bagaimana kita beriringan dengan teknologi untuk pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Zaman yang semakin maju, mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan yang ada. BPJS Kesehatan telah mengusung aplikasi Mobile JKN yang di dalamnya terdapat berbagai macam fitur yang sangat berguna bagi peserta. Gunanya untuk mempersingkat segala kegiatan yang dilakukan oleh peserta dalam pelayanan kesehatan misalnya, pengecekan tagihan, perubahan FKTP, meringkaskan waktu tunggu melalui handphone masing-masing. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke kantor, dan tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi pastinya.

“Sistem antrean online ini telah kami pasang sekitar seminggu yang lalu, memang dalam praktiknya cukup mengurangi antrean yang ada. Para peserta yang belum tau, kami edukasi kembali untuk bisa memaksimalkan antrean online ini. Memang harus ada sosialisasi lebih ke masyarakat Luwu Utara, agar pemanfaatannya tepat sasaran juga. Jadi tidak ada lagi penumpukkan peserta dan waktu peserta yang terbuang. Semuanya bisa seringkas mungkin,” ujar Kepala Puskesmas Sabbang, Jamaluddin.

Jamaluddin menambahkan, adapun jika terdapat kendala dalam pelaksanaan program JKN-KIS selama ini semuanya bisa diatasi dengan cepat. Sebagai mitra, BPJS Kesehatan sangat responsive dalam berbagai hal. Masalah tak perlu berlarut-larut dalam penyelesaiannya, semua bisa diatasi saat itu juga. Sangat terbuka dengan kritikan, sehingga terjalin komunikasi dua arah yang sangat baik selama ini. Sistem regulasi yang telah berjalan pun sangat mempengaruhi membangun SDM yang lebih berkualitas.

Jamaluddin menceritakan pengalamannya sebagai peserta, walaupun tidak pernah memakai kartu JKN-KIS nya tetapi prinsip gotong royong sangat dirasakan olehnya. Karena iuran yang selama ini dibayarkan sangat bermanfaat buat orangtuanya.

“Saya sebagai peserta berharap tidak ada pengurangan manfaat, saya pribadi baik sebagai mitra dan peserta dari program JKN-KIS sangat merasakan sendiri manfaat dari kerja sama dan sistem gotong royong ini. Semoga bisa semakin baik dan lebih baik lagi ke depannya,” tutup Jamaluddin. (Jamkesnews)

Pos terkait