Ambil Paksa Jenasah di Rumah Sakit, 31 Orang Diamankan Polisi

  • Whatsapp
Ambil Paksa Jenasah di Rumah Sakit, 31 Orang Diamankan Polisi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Polda Sulsel beserta jajarannya menindak tegas oknum warga yang mengambil paksa jenazah terduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di beberapa rumah sakit di Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan,   tim penyidik kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit di Makassar telah dilaksanakan gelar perkara diruang Dirreskrimum Polda Sulsel.

Bacaan Lainnya

Gelar perkara itu dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Sulsel juga  dihadiri para Kasubdit, Kabag Wasidik, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar dan seluruh penyidik yang menangani tersebut

“Dilakukan gelar perkara oleh penyidik terhadap kasus pengambilan paksa jenazah di beberapa rumah sakit. Seperti Rumah Sakit Dadi Makassar, Stella Maris, Labuang Baji dan Bhayangkara. Prosesnya dinaikkan dari penyelidikan  ke enyidikan dan menetapkan tersangka,” kata Ibrahim, Selasa (9/6/20) malam.

Kombes Pol Ibrahim menyebut, kasus pengambilan paksa Jenazah di RS Dadi Makassar, polisi telah mengamankan 25 orang dan telah menetapkan dus terangka yaitu SA dan MR . Untuk kasus di RS Stella Maris diamankan satu tersangka yaitu AW. Sedangk kasus di RS Labuang Baji, polisi sementara ini mengamankan lima orang  tersangka.

“Kemungkinan para tersangka akan bertambah. Karena akan dilakukan penangkapan terhadap para pelaku, tim gabungan dilapangan sudah dibentuk. Terdiri dari tim Resmob Polda, Brimob, Sabhara Poldandan Jatanras Polrestabes Makassar,” sebutnya.

Menurut Ibrahim, para tersangka pengambil paksa jenazah di rumah sakit ini akan dikenakan pasal 214, 335, 207 KUHP dan pasal 93 UU no 6 tahun 2018 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Jadi sekali lagi, saya harap masyarakat jangan lagi ada yang melakukan pengambilan paksa jenazah tersebut. Karena polisi pasti bertindak, bahkan tim gabungan dilapangan sudah dibentuk, ” ucap mantan Kabid Humas Polda Sulut ini.

Untuk menangkal kejadian ini agar tidak terulang, tindakan tegas dan penegakan hukum akan dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, agar tidak ada lagi aksi yang menjadi potensi penyebaran covid-19.

“Bagi warga yang sudah diamankan itu, semuanya di rapid test dan anggota yang periksa juga pakai APD, ” tutupnya.(Jay)

Pos terkait