ANEKA

Polrestabes Ungkap Penjual Kartu Provider Prabayar Registrasi NIK dan KK Ilegal

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Anggota Jatanras Polrestabes Makassar, mengungkap pelaku penjual kartu  prabayar salah satu provider menggunakan register Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK)  secara ilegal.

Lima pelaku yang diamankan. Diantaranya Edward Mangina alias Edo (47) warga Jl Sungai Saddang, Since Safitri  (25) warga Perum. D.Onyx Blok 10 Antang dan Hariyani (20) warga Jl Sungai Saddang. Mereka diamankan di Jl  Sungai Saddang, Jumat (5/6/20).

Penangkapan pelaku berawal dari informasi yang diperoleh Unit Jatanras Polrestabes Makassar, diketahui  adanya penjualan kartu Prabayar yang sudah diregistrasi menggunakan data NIK dan KK milik orang lain dalam  jumlah besar.

Hasil interogasi terhada Edward, dia mengakui dan membenarkan bahwa dirinya telah menjual kartu Prabayar  yang sudah diregistrasi oleh NIK dan KK milik orang lain.

Pelaku menjualnya lebih mahal daripada kartu prabayar yang belum di registrasi. Dikarenakan pelaku Edward  membayar jasa Registrasi kartu prabayar kepada lekai Agung sebesar Rp 700 per pcs.

Kemudian pelaku Since juga mengakui dan membenarkan, bahwa dirinya bertugas untuk menghubungi Agung  apabila lelaki Edward mendapatkan pesanan untuk menyiapkan kartu prabayar yang sudah di registrasi oleh  pelanggannya.

Since juga mengaku yang selalu membantu Edward untuk mengatur keluar dan masuknya keuangan, serta  berkomunikasi dengan Calon Pembeli. Dan Since mengakui dan membenarkan bahwa uang transaksi di serahkan  ke Rekening BCA, Mandiri dan BNI atas nama Gustiani Mangina.

Palaku lainnya Hariyani juga mengakui dan membenarkan bahwa Agung selalu datang ke toko karena dihubungi  oleh Since untuk mengambil kartu Prabayar yang akan di registrasi sesuai pesanan dan perintah dari Edward.

Hariyani juga mengaku bertugas untuk packing dan mengirim kartu Prabayar yang sudah di registrasi untuk  selanjutnya dikirim ke luar Kota Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudiawan mengatakan, pelaku melanggar aturan berdasarkan Surat  Edaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ( BRTI ) No 1 tahun 2018 dan Surat Ketetapan BRTI No 3 tahun  2008 tentang Larangan Penggunaan Data Kependudukan Tanpa Hak atau Melawan Hukum untuk Keperluan  Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

“Pelaku dijerat Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-undang Administrasi Data  Kependudukan, ” kata Yudiawan didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul saat  merilis pengungkapan kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar, (8/6/20).

Adapun barang bukti yang diamankan lanjut Yudhiawan, berupa 37.200 pcs kartu Prabayar yang sudah diregistrasi, 3.100 belum diregistrasi dan 20 unit Hp.

“Turut diamankan uang tunai hasil Transaksi Rp 428.650.000. Saat ini pelaku dan barang bukti sementara  diamankan di Mapolrestabes Makassar, ” tutup mantan Direskrimsus Polda Sulsel ini.(Jay).

Loading...

#TRENDING

To Top