Yuk, Intip Program Mandiri Pangan Ala Owner Perintis Florist Melalui Pemanfaatan Pekarangan Saat Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Yuk, Intip Program Mandiri Pangan Ala Owner Perintis Florist Melalui Pemanfaatan Pekarangan Saat Pandemi Covid-19

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Di saat pandemi Covid-19 dan masyarakat diimbau untuk stay at home selama pandemi wabah corona berlangsung. Semua akses jalan ada yang di tutup, sekolah libur dan beberapa pekerjaan di sektor formal dan informal juga sudah mulai diliburkan.

Tetapi, terlalu lama berdiam di rumah tak jarang membuat jenuh bahkan stres. Namun ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan saat berada di rumah bersama keluarga.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah dengan bercocok tanam atau memanfaatkan pekarangan rumah untuk kegiatan kemandirian pangan selama Covid-19 belum berakhir.

Dengan pemanfaatan pekarangan atau lahan kosong di rumah masing-masing, juga bisa banyak manfaatnya. Pertama, kebutuhan akan sayur tercukupi, dan juga kesehatan tetap terjaga. Kondisi tubuh tetap sehat, karena mengeluarkan keringat dan sambil berjemur di tengah pandemi ini. Dengan menanam, juga menyediakan udara bersih dan sehat di sekitar.

Seperti yang dilakukan oleh Owner Perintis Florist, Zulfitriany Dwi Mustaka, warga Jl. Perintis Kemerdekaan IV, Makassar. Dia mencari cara kreatif untuk tetap produktif yakni dengan berkebun ria.

Kebetulan pekarangan rumahnya memiliki luas lahan 600 meter persegi untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Di lahan tersebut, Ijul–sapaan akrab Zulfitriany, menanam berbagai jenis tanaman seperti pisang, jeruk purut,  jeruk nipis, pepaya, srikaya, belimbing wuluh, cabai, tomat, paria, labu rumah,  labu madu dan labu golden mama.

“Berkebun ini hobi lama. Gak sempat dilakoni karena sibuk bekerja. Sekarang banyak waktu, ya dilanjutkan lagi,” ucapnya.

Menurut dosen Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep ini, berinteraksi dengan tanaman membuat perasaannya lebih happy. Dengan berkebun, tubuhpun akan dipaksa untuk terus bergerak sehingga tidak merasa lunglai dan lesu.

“Kesibukan seperti ini bisa menjauhkan pikiran-pikiran negatif yang kerap muncul saat stay at home. Seperti jalan-jalan ke tempat wisata atau pusat perbelanjaan yang justru berpotensi terjangkit Covid-19,” katanya.

Dengan memanfaatkan lahan kosong dipekarangan rumah, lanjut dia, kebutuhan sayur mayur maupun buah-buahan tercukupi. Karena itu,  memilih tanaman yang cepat tumbuh dan berbuah.

“Khusus sayuran, saya tanam di saat pandemi. Seperti kangkung, seledri dan lainnya yang cepat tumbuh dan bisa cepat dipanen. Sekarang labu rumah dan labu madu sudah mulai berbuah. Jadi, sayuran tidak perlu beli di luar lagi,” ujarnya.

“Konsumsi sayuran dari kebun sendiri relatif lebih aman dan sekaligus menjadi solusi pemenuhan pangan skala rumah tangga, berbiaya murah dan mudah dilakukan,” kata Ijul menambahkan.(rif)

Pos terkait