Saksi ”JB”, Belum Penuhi Panggilan Pertama Penyidik Kehutanan Sulsel

  • Whatsapp
Saksi ''JB'', Belum Penuhi Panggilan Pertama Penyidik Kehutanan Sulsel

Saksi ''JB'', Belum Penuhi Panggilan Pertama Penyidik Kehutanan SulselTAKALAR,UPEKS.co.id—Kasus dugaan pengrusakan hutan lindung di wilayah Komara Desa Komara. Kecamatan
Polongbangkeng sejumlah saksi dimintai keterangannya. Diantaranya Operator eskavator dan Kepala Desa  Barugaya.

Saksi JB dipanggil pihak Gakkum Kementerian Kehutanan atas dugaan tindak pidana kehutanan, berupa  melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam. Itu sesuai  pasal 40 ayat 1 Jo pasal 19 ayat 1 UU No.5 tahun 1990,tentang konservasi sumber Daya alam hayati dan  ekosistem.

Bacaan Lainnya

Dan atau menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan didalam hutan tanpa memilki hak atau izin dari pejabat berwenang dipertegas pasal 78 ayat 5 Jo pasal 50 ayat 3 huruf e UU No. 41 tahun 1999 tentang  kehutanan jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, terjadi dalam kawasan suaka margasatwa Komara dan kawasan hutan produksi di kabupaten Takalar.

Salah satu penyidik Gakkum Kehutanan Sulsel mengatakan, pihaknya sudah layangkan surat ke JB terkait dengan dugaan pengrusakan hutan tersebut.

“Yang bersangkutan belum sempat hadir untuk dimintai keterangannya. Belum juga ada penyampaian atau alasan dari JB,” ujarnya Muh Anis Penyidik Gakkum Kehutanan Sulsel.

Lanjut dikatakan JB statusnya sebagai saksi dalam kasus ini. Untuk itu, kita akan jadwal panggilan kedua.  InsyaAllah usai olah TKP kerugian negara, kita panggil lagi,”ujarnya melalui WhatsAppnya, Selasa, (12/5/20). (penulis: Jah).