Pemenang Proyek Gedung C RSK Dr. Tadjuddin Chalid Diduga Dipaksakan

  • Whatsapp
Pemenang Proyek Gedung C RSK Dr. Tadjuddin Chalid Diduga Dipaksakan

Pemenang Proyek Gedung C RSK Dr. Tadjuddin Chalid Diduga Dipaksakan

MAKASSAR,UPEKS– Proses lelang proyek atau pekerjaan Gedung C (Termasuk Interior) di Rumah Sakit Kusta (RSK) Dr. Tadjuddin Chalid Makassar dipertanyakan oleh sejumlah penggiat anti korupsi di Makassar. Pasalnya, pemenang tender pekerjaan Gedung C RSK Dr. Tadjuddin Chalid senilai Rp87 miliar lebih yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020 tersebut diduga paksakan.

Bacaan Lainnya

Salah satu penggiat anti korupsi yang mempertanyakan proses lelang pekerjaan tersebut ialah Hamka. Menurut dia, proses lelang proyek tersebut sarat dengan indikasi KKN. Lantaran penetapan pemenang lelang diduga dipaksakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) RSK Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.

“Kami menduga penetapan rekanan berinisial PT Mit sebagai pemenang proyek Pekerjaan Gedung C (Termasuk Interior) RSK Dr. Tadjuddin Chalid Makassar ini sepertinya dipaksakan oleh pihak tertentu,” ujarnya.

Hamka mengatakan, alasan yang membuat pihaknya menduga pemenang proyek itu dipaksakan, karena pada proses lelang yang pertama, PT Mit ditetapkan sebagai pemenang. Padahal, nilai penawarannya hanya Rp80 miliar lebih. Kemudian, di proses lelang kedua, diduga PT Mit kembali akan ditetapkan sebagai pemenang tender proyek tersebut. Namun, kali ini nilai penawarannya berubah menjadi Rp84 miliar.

“Di lelang yang awal, PT Mit ditetapkan pemenang. Lalu, dalam proses lelang kedua, PT Mit terindikasi akan ditetapkan sebagai pemenang. Ini jelas sekali terlihat, adanya dugaan bahwa PT Mit ini dipaksakan untuk memenangkan proyek pekerjaan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja ULP RSK Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, Tamrin yang dikonfirmasi terkait hal tersebut diruang kerjanya, mengaku, bahwa pihaknya telah menjalankan proses lelang Pekerjaan Gedung C (Termasuk Interior) sesuai mekanisme yang ada. Namun Tamrin menampik jika pemenang lelang proyek tersebut dipaksakan. “Prosesnya lelangnya sesuai mekanisme yang ada. Kalau pun dikatakan dipaksakan, saya tidak tahu soal itu,” akunya, belum lama ini.

Hanya saja, Tamrin mengaku, saat ini lelang pekerjaan Gedung C tersebut tengah dievaluasi oleh BPKP. Sebab, ada kejanggalan dalam proses penetapan pemenangnya. “Kami sementara ini meminta BPKP agar mengevaluasi lelangnya,” bebernya.(rif)