Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

  • Whatsapp
Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

MAKASSAR.UPEKS.co.id— Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren  (PD Pontren) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Direktorat Promosi Kesehatan Masyarakat  Kementerian Kesehatan menyusun protokol kesehatan yang bisa diterapkan di pondok pesantren.

Bacaan Lainnya

Penyusunan protokol kesehatan ini untuk menyikapi tahun ajaran baru di pondok pesantren yang biasanya dimulai bulan Syawal.

Plt. Direktur PD Pontren, Imam Safe’I, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kementerian Agama semata-mata  agar semua keluarga besar pondok pesantren terhindar dari wabah Covid-19. Protokol kesehatan bagi pesantren  ini sangat penting mengingat kondisi pesantren yang sangat rentan dengan persebaran virus ini.

Dikatakan Imam, fasilitas pesantren yang kurang memadai dibanding jumlah santri yang tinggal di pesantren  sangat rentan dengan persebaran virus.

“Sebelum terjadi, kita lebih baik melakukan tindakan preventif. Ini
semata-mata untuk kebaikan pesantren dan kita semua,” terang Imam di Jakarta, Kamis (28/05).

Imam menceritakan fasilitas MCK pesantren dan tempat tidur santri yang masih sangat kurang. “Bagi santri, semua  tempat di pesantren bisa digunakan sebagai tempat tidur karena kamar-kamar yang ada memang tidak memadai.

Ada yang di masjid, musholla, perpustakaan, dan lainnya,” terangnya.

Menurut Imam, protokol kesehatan ini untuk melindungi pesantren. “Ini bukan anjuran atau larangan bagi pesantren dalam melangsungkan pembelajaran. Tapi jika pesantren ingin melanjutkan proses pembelajaran, sementara vaksinnya juga belum ditemukan, maka pesantren sebaiknya mengikuti protokol kesehatan ini. Ini otoritatif karena standar ini dikeluarkan dari Kementerian Kesehatan” ujarnya.

Karena itu Imam sangat senang dengan langkah Kementerian Kesehatan yang mengajak Kementerian Agama  dalam menyiapkan protokol kesehatan di pesantren.

Senada dengan Imam, Direktur Promosi Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Riskiyana Sukandi Putra  menyampaikan ucapan terima kasihnya atas respon cepat Kementerian Agama dalam menyiapkan protokol  kesehatan bagi pesantren ini. Menurutnya, ini adalah langkah tepat karena ketidakseimbangan antara jumlah
santri dengan fasilitas pesantren sangat rentan dengan penularan virus.

Menurutnya, pesantren perlu melakukan pencegahan sejak dini karena sampai hari ini vaksinnya belum  ditemukan.

“Dalam waktu dekat vaksin Covid-19 mungkin belum akan ditemukan. Paling cepat bisa delapan atau  20 bulan ke depan baru akan ditemukan,” terangnya.

“Karena vaksinnya belum ditemukan, maka yang harus kita lakukan adalah membuat vaksin alamiah, yaitu dengan  cara memperkuat imunitas tubuh,” imbuhnya.

Riski menuturkan, bahwa cara memperkuat imuntas tubuh salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan  bergizi. “Makanan bergizi akan memunculkan imunitas dalam tubuh yang berfungsi melawan virus,” terangnya.

Protokol kesehatan ini dalam waktu dekat menurut Imam Safe’I akan segera disosialisasikan ke seluruh pesantren  di Indonesia. “Inilah saatnya kita membantu pesantren,” pungkasnya. (rls).

Pos terkait