SULAWESI SELATAN

Di Tengah Covid19, BPBD Juga Disibukkan Dengan Kondisi Banjir di Luwu

Di Tengah Covid19, BPBD Juga Disibukkan Dengan Kondisi Banjir di Luwu

Luwu, Upeks.co.id–di Tengah Wabah Covid19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, sepertinya benar-benar harus bekerja keras. Pasalnya, salah satu persoalan yang juga rutin dialami oleh Luwu adalah masalah banjir di titik tertentu.

 

Kepala BPBD Rahman Mandaria, mengatakan, saat ini musim hujan sudah mulai, maka pihaknya harus mulai mempersiapkan mental personil menghadapi segala situasi.

“Intinya anggota saya tetap siap apapun resikonya ya beginilah tugas kami memang menanggulangi bencana, sekarang musim hujan pasti kita sudah siap, tapi mari berdoa semoga tidak banjir,” ungkapnya saat ditemui di lapangan Minggu (18/05). 

 

Di Tengah Covid19, BPBD Juga Disibukkan Dengan Kondisi Banjir di Luwu

Rahman pun bercerita tentang hujan deras yang mengguyur Walenrang-Lamasi (Walmas), Kamis malam, 2 April 2020, berdampak pada Kecamatan Lamasi Timur (Latim) Kabupaten Luwu.

Tak main-main sembilan desa yang dihuni Kecamatan Latim, disapu banjir, Jumat, 3 April 2020, dini hari.

Ratusan rumah berikut ribuan hektare sawah di sembian desa tergenang air.

Diprediksikan, ratusan juta rupiah kerugian yang dialami akibat banjir.

Pemerintah desa maupun kecamatan saat ini masih melakukan rekap mengenai jumlah total kerugian di masing-masing desa. Dia mengunkapkan di Lamasi, meluap sehingga air dengan leluasa merayap masuk menggenangi pemukiman dan persawahan serta perkebunan milik warga di sembilan desa.

Sembilan desa di Latim terendam banjir. Tapi, ada yang skala kecil seperti di Desa Seriti dan Desa Salupao yang tidak terlalu parah dampaknya. Sedang yang lain boleh dibilang skalanya cukup besar.

Sedang enam desa yang kategori parah, sebut dia, yakni Desa Pelalan, To’lemo, Pompengan Utara, Bululondong, Pompengan, dan Pompengan Utara. (kartini echa)

#TRENDING

To Top