ANEKA

Korban Penganiayaan Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Kapolsek Bissappu

BANTAENG,UPEKS.co.id—-Warga Kelurahan Bonto Lebang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng  Arifuddin alias Ari (37) yang dianiaya dalam rumahnya sendiri oleh Kawan Bin Nasir (32) dan beberapa orang  lainnya, kini terdakwa di Pengadilan Negeri Bantaeng, Rabu (27/5/2020).

Arifuddin kepada media tak menyangka polisi akan menjadikannya tersangka,karena dirinya korban.

Dikatakannya, 14 Oktober 2019, mau berangkat melaut, saat itu perahu berdekatan perahu Kawan Bin Nasir.  Karena jangkarnya pas di bawa perahunya, maka dia pindahkan. Sebelumnya dia beritahu Deni, anak Kawan.

Tiba-tiba Kawan marah dan mendatangi Ari di rumah dan melakukan penganiayaan bersama beberapa orang  lainnya. Setelah dirawat di puskesmas, Ari melapor ke Polsek Bisappu.

Beberapa hari kemudian, sejumlah keluarga Kawan dan polisi bergantian datang di rumah minta damai, namun  saya menolak, karena saat itu masih berduka atas kematian mertua saya, ujar Arifuddin.

Karena tidak ada perdamaian, berkas kasus penganiayaan terhadap diri saya tetap lanjut, namun sangat aneh  karena yang jadi tersangka hanya satu orang. Hingga akhirnya divonis bersalah oleh hakim pengadilan.

Setelah bebas, saya dapat surat panggilan dari Polsek Bissappu dengan status saya sebagai tersangka  penganiayaan dan berkas dinyatakan P21″, tutup Arifuddin.

Dikonfirmasi Via Telepon, Kapolsek Bissappu Iptu Baharuddin, S.Pd.I mengatakan, dalam kasus penganiayaan itu  para pihak saling melapor. Pertimbangannya merasa sama sama korban dan penyidik pun menemukan bukti bukti  jadi semua berkas perkara kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Bantaeng dan sekarang berkasnya sudah  P21,katanya.

Kalau dikatakan tidak dilakukan BAP, itu cuma alasan si Arifuddin saja, karena penyidik waktu itu memeriksa  dirumahnya Arifuddin disebabkan karena tidak mau hadir di Polsek, dan perlu kita pahami bahwa berkas tidak  akan P21 bilamana tidak dinyatakan lengkap”,tambah Iptu Baharuddin.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditemui awak media, Kamis 28 Mei 2020 mengatakan, kasus perkara Arifuddin setelah kami periksa dengan teliti, dianggap sudah lengkap, dan saat ini terdakwa sudah masuk  dalam tahanan Hakim Pengadilan Negeri Bantaeng.

Aktivis Lidik,Rusdi mengungkapkan rasa kecewanya kepada penyidik Polsek Bissappu yang menangani perkara itu, karena dianggap tidak jeli melihat pokok permasalahan.

“Saya melihat kasus ini terkesan dipaksakan penyidik Polsek Bissappu, seharusnya beliau mempelajari baik baik  kronologi kejadian penganiayaan itu, kalau pun Arifuddin melawan saat diserang masuk dirumahnya, itu adalah  bentuk pembelaan diri didalam rumah, dan tidak seharusnya dijadikan tersangka”,kata Rusdi,Jumat(29/5/2020).

Ditempat terpisah, Aktivis Mahasiswa Yudha Jaya berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas, dirinya akan  melakukan upaya upaya hukum bilamana dalam proses penyidikan hingga persidangan terdapat kekeliruan dalam menetapkan korban sebagai tersangka.(irwan.P).

Loading...

#TRENDING

To Top