ANEKA

Dua Dusun Bertikai di Enrekang, Massa Bakar Mobil dan Dua Motor


MEDIASI. Proses mediasi kedua Dusun yang bertikai dilakukan Kapolres, Wabup Enrekang, Danramil, Camat Baraka dan Buntu Batu, Kades, Kadus dan Tokoh masyarakat. Foto: sry/upeks.

ENREKANG,UPEKS.co.id — Dua Kelompok Masyarakat dari Dusun Banca,Desa Bontongan, Kecamatan Baraka  dan Dusun Gura, Desa Buntu Mondong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang Tawuran pada malam Takbiran Sabtu malam (23/5/2020).

Gamaluddin,Camat Baraka, membenarkan jika ada insiden yang terjadi antara masyarakatnya dengan masyarakat  Kecamatan buntu Batu. Namun Gamaluddin belum bisa memberikan keterangan pasti apa pemicu terjadinya  perkelahian antar dua Dusun tersebut.

” Iya ada insiden yang terjadi antara dua Dusun. Saya belum bisa pastikan apa pemicunya kita tunggu saja hasil  penyelidikan Pihak yang Berwajib, tapi hari lebaran kemarin kita sudah lakukan mediasi antara kedua Dusun yang  bertikai dan dilakukan diperbatasan kedua Dusun ini yang memang letaknya berbatasan”. Kata Camat
Baraka,Gamaluddin.

Dia mengatakan dalam proses mediasi tersebut hadir Wakil Bupati Enrekang, Asman, Kapolres AKBP Endon  Nurcahyo, Danramil setempat, Camat, Kepada Desa, Kepala Dusun yang bertikai dan Tokoh masyarakat dua  dusun tersebut.

Akibat tawuran antara dua Dusun tersebut terjadi insiden pembakaran satu unit mobil dan dua unit motor bahkan  seorang Warga mengalami luka bacok akibat tawuran tersebut.

“Mobil dan dua motor yang dibakar itu milik warga saya, kalau warga yang kena bacok itu adalah warga Dusun  Gura. Tapi intinya saat ini kondisi sudah aman. Kami sudah melakukan mediasi dan situasi sudah kembali normal”.  Ujarnya.

Kedua Dusun yang beda Kecamatan ini sudah mulai bisa dikendalikan. Pihak yang berwajib sacara kolaboratif  telah melakukan proses damai meski proses hukumnya tetap berjalan.

Selain itu, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Camat Baraka memberlakukan jam malam terutama di Dusun Banca. Aktifitas diluar rumah hanya boleh dilakukan hingga pukul 21.00 Wita.

“Kita berlakukan jam malam. Jam 21.00 tidak lagi ada kegiatan diluar rumah. Ini upaya Pemerintah untuk  mencegah terjadinya insiden berikut atau hal-hal yang tidak diinginkan”. Pungkasnya. (Sry).

Loading...

#TRENDING

To Top