MAKASSAR CITY

ARSSI; Kami Berterima Kasih, RS Swasta Tidak Perlu Lagi Melayani Pasien Copid-19

 

Makassar, Upeks.co.id –Sehubungan surat Edaran Gubernur No.440.1.1/04464/DISKES, Tanggal 28 April 2020, Tentang Alur Rujukan Penanganan Pasien Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan, maka telah menunjuk sebagai RS Rujukan yaitu 3 RS Penyangga (RS Sayang Rakyat, RSKD Dadi, RSUD Daya) dan 2 RS rujukan utama yaitu RS Wahidin Sudirohusodo dan RS Pendidikan Unhas.

“Terkait dengan kebijakan tersebut, kami RS Swasta sangat berterimakasih bahwa kami RS Swasta tidak melayani lagi pasien Covid-19, artinya RS Swasta sudah terbebas dari pasien Covid-19, peserta JKN maupun masyarakat umum sudah tidak ragu dan takut lagi mengunjugi RS Swasta jika sakit,” ungkap Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cab.Sulawesi Dr. dr. Muh. Basir Palu,Sp.A.,MHA. Sabtu (23/5).

Sebelumnya adanya kebijakan ini masyarakat enggan ke RS karena takut terjangkit pasien Copid-19, juga adanya himbauan hanya bisa melayani paaien emergency dan PSBB tentunya ini sangat berdampak besar terhadap jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap. Dengan adanya kebijakan ini RS Swasta akan lebih fokus memberikan pelayanan kepada peserta JKN, pasien mitra dan masyarakat umum.

Tidak ada alasan menolak pasien ODP dan PDP tentunya dilayani terlebih dahulu lalu dirujuk ke RS Penyangga dan selanjutnya bila kasusnya berat maka RS Penyangga akan merujuk ke RS Rujukan utama, demikian disampaikan Sekretaris ARSSI dr.Sulfikar A.Goesli, MM.,AAAK.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr.Ichsan Mustari, MHA disampaikan bahwa rujukan pasien Covid-19 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Puskesmas/RS ke RS Penyanggan dan selanjutnya ke RS Rujukan Utama, dan dipertegas kembali oleh Kadis yang disampaikan pada saat Zoom Meeting pada Tanggal 19 Mei 2020 bersama anggota ARSSI bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Prov.Sulawesi Selatan dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelayanan pasien Covid-19 dan lebih terfokus di 5 RS Pemerintah yang ada di Prov. Sulawesi Selatan, ini juga akan memotong rantai penularan yang lebih luas di RS yang ada di Sulawesi Selatan, terakhir ditambahkan bahwa nantinya RS Sayang Rakyat merupakan RS khusus pasien-pasien infeksi.(rls)

Loading...

#TRENDING

To Top