SULAWESI SELATAN

Kepala KUA di Maros Diminta Edukasi dan Kawal Himbauan Pencegahan Covid-19

MAROS, Upeks.co.id–Peran serta Kementerian Agama (Kemenag) Maros dalam masa tanggap darurat Covid-19 terus digalakkan melalui peningkatan peran penyuluh dan penghulu yang berbasis di KUA Kecamatan.

Kakan Kemenag Maros H. Muhammad Tonang, S.Ag, M.Ag meminta kepada para kepala KUA Kecamatan untuk lebih massif lagi menggerakkan penyuluh agama dan penghulu dalam mengedukasi masyarakat dan mengawal himbauan bersama antar Pemkab Maros, Kemenag Maros dan Forkopimda serta MUI.

Hal ini disampaikan Kakan Kemenag Maros H. Muhammad Tonang, S.Ag, M.Ag saat dirinya bertemu dengan para kepala KUA Kecamatan di ruang kerjanya (Selasa, 5/05/20). Pertemuan ini diikuti 7 dari 14 kepala KUA Kecamatan, turut mendamping Kasubag Tata Usaha H. Ramli dan Kasi Bimas Islam H. Hasanuddin, S.Hi. Para kepala KUA Kecamatan yang hadir diantaranya dari Kec. Bontoa, Lau, Turikale, Tanralili, Moncongloe, Mandai dan Maros Baru. Sementara 7 Kepala KUA yang lain masuk kluster kedua yang sengaja didesain sebagai implementasi tidak berkumpul besar dan bentuk peduli terhadap pencegahan Covid-19.

Sebagai Kepala Kantor Kemenag yang baru, H. Muhammad Tonang mendorong program-program yang sudah bagus di Bimas Islam dan dilaksanakan langsung oleh KUA Kecamatan bisa terus dilanjutkan seperti gerakan Gemar Shalat Berjamaah, Dzikir dan Shalawat yang dilaksanakan secara bergantian di Kecamatan setiap bulan. Akan tetapi inovasi harus dilahirkan agar ada dinamika program sesuai dengan situasi di masyarakat dan tuntutan zaman.

“Penyuluh agama punya peran besar dalam perubahan sosial dalam makna yang lebih luas, bukan hanya dalam hal bimbingan ibadah saja,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Kakan Kemenag juga mengungkapkan adanya gejalan kebosanan masyarakat tinggal di rumah sehingga perlu diedukasi lebih untuk menjaga situasi lebih kondusif. Menurutnya, peran Kemenag bersama unsur Forkopimda yang lain dalam himbauan yang sudah diedarkan dan tempel di masjid-masjid diseluruh kecamatan adalah pesan yang sifatnya himbauan, bukan pelarangan.

“Karena sifatnya himbauan maka butuh kesadaran. Disinilah peran penting penyuluh untuk menjelaskan bahwa mata rantai penyebaran harus diputus dengan tidak berkumpul karena virus carrier kadang tidak menunjukkan gejala, dan kita semua ingin selamat, terbebas dari covid, begitu juga dengan keluarga kita,” ungkap Muhammad Tonang. (rls)

Loading...

#TRENDING

To Top