Sinergi TNI-Polri Imbau Masyarakat Salat Lima Waktu di Rumah

  • Whatsapp
Sinergi TNI-Polri Imbau Masyarakat Salat Lima Waktu di Rumah

Sinergi TNI-Polri Imbau Masyarakat Salat Lima Waktu di Rumah

SELAYAR.UPEKS.co.id—Menindak lanjuti kebijakan pemerintah untuk tidak melaksanakan Salat Jumat dan
melaksanakan Salat duhur di rumah sebagaimana surat edaran Bupati Kepulauan Selayar tertanggal 30 Maret 2020 nomor : 440/58/III/2020/kesra guna mencegah penyebaran Pandemi Virus Corona di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal tersebut, Personil Polres dan TNI Kepulauan Selayar Sinergi menyuarakan dan menghimbau  masyarakat menggunakan Pengeras suara(Sound sistem) dan memasang spanduk himbauan didalam kota  Benteng dan desa di kabupaten kepulauan selayar Jumat (10/4/2020).

Pemasangan spanduk himbaun baik dikota maupun didesa supaya masyarakat senantiasa mentaati kebijakan  pemerintahah dan mengerti bahaya dari virus Corona ini

Olehnya itu membantu pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi Virus Corona dengan cara mematuhi  himbauan Pemerintah dan MUI untuk tidak melaksanakan Salat jumat sementara dan sholat berjamaah di mesjid  tetapi kegiatan ibadah Salat dilaksanakan dirumah masing masing” Ucap salah seorang personel kepada awak  media

Di tempat terpisah Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud, S.I.K, MH., mengatakan dirinya
telah memerintahkan para Kapolsek dan Para Bhabinkamtibmas agar pagi ini menghimbau seluruh DKM Mesjid  dan Tokoh Agama Islam untuk mentaati himbauan dan Perintah Pemerintah untuk sementara tidak melaksanakan Sholat Jum’at dimesjid dan digantikan dengan Sholat Dzuhur di rumah masing masing

“Jadi yang salat di mesjid itu pada waktu Dzuhur hanya satu orang yaitu Muadzin merangkap Imam tanpa Makmum,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa dalam adzan ditambahkan di akhir adzan yaitu “Assholatu fii buyutikum” sebanyak dua kali yang artinya salatlah di rumah rumah kalian

“Ini kita lakukan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus convid-19 corona, ujarnya (Sya).

Pos terkait