Pengerjaan Bedah Rumah di Jeneponto Diduga tak Sesuai RAB

  • Whatsapp
Pengerjaan Bedah Rumah di Jeneponto Diduga tak Sesuai RAB
Pengerjaan Bedah Rumah di Jeneponto Diduga tak Sesuai RAB
TAK SESUAI SPESIFIKASI. Papan kayu yang diantarkan supllier ke penerima manfaat Rutilahu di Jeneponto yang diduga tak sesuai spesifikasi.

MAKASSAR,UPEKS– Pengerjaan program bantuan bedah rumah tak layak huni (Rutilahu) Kementerian Sosial (Kemensos) tahun 2019-2020 di Kabupaten Jeneponto diduga tak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB). Pasalnya, material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sekretaris Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Jeneponto, Mashrur DT mengungkapkan, sebanyak 130 rumah di Jeneponto yang memperoleh bantuan Rutilahu dengan total anggaran Rp1,95 miliar tersebut. Dimana, setiap rumah mendapat Rp15 juta.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, dalam proses pengerjaan Rutilahu itu, kata dia, diduga dikerja asal jadi. Karena, sejumlah bahan material yang diantarkan supplier ke penerima manfaat Rutilahu, diduga tak sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan dalam RAB.

“Kami mensinyalir program Rutilahu ini dikerja asal jadi oleh pihak terkait guna mendulang keuntungan banyak. Seperti papan, balok dan tiang, kuat dugaan harganya di markup oleh pihak Supllier untuk dibuatkan laporan pertanggungjawaban,” katanya via seluler, Selasa (21/4/2020).

Parahnya lagi, kata Mashrur, berdasarkan hasil penelusurannya di lapangan, bahan material yang diantar pihak supllier ke penerima manfaat Rutihalu, harganya tidak sampai Rp15 juta.(rif)

Pos terkait