Maros Zona Merah Covid-19, Irfan AB Desak Gugus Tugas Lakukan Rapid Test dan PCR

  • Whatsapp
Maros Zona Merah Covid-19, Irfan AB Desak Gugus Tugas Lakukan Rapid Test dan PCR

Maros Zona Merah Covid-19, Irfan AB Desak Gugus Tugas Lakukan Rapid Test dan PCR

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kabupaten Maros saat ini masuk dam zona merah penyebaran virus corona atau covid-19. Urutan pertama Kota Makassar kemudian Kabupaten Gowa.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah orang dalam pemantaun (ODP) di Kabupaten Maros mencapai angka 123 kasus. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang, serta yang dinyatakan positif menembus 16 kasus.

Temuan positif berasal dari cluster umroh dan satu berasal transmisi lokal. Terlebih seorang dokter di RSUD Salewangang Maros, yang sebelumnya disebut positif telah berinteraksi dengan sebanyak 54 tenaga paramedis.

Maka tidak tetutup kemungkinan lahirnya cluster baru. Kondisi inilah yang menjadi perhatian anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Andi Muhammad Irfan AB.

“Tetapi kita berharap ini tidak terjadi. Semoga hasil test swab tenaga paramedis tersebut negatif,” ujarnya.

Menurut Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel ini, persoalan mendesak yang harus dilakukan adalah test sebanyak mungkin orang yang punya indikasi covid – 19. Termasuk yang telah melakukan kontak dengan cluster umroh dan berinteraksi dengan dokter dan paramedis.

“Berdadasrkan kondisi ini, saya mengusulkan kepada Gugus Tugas Covid – 19 Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberi prioritas kepada warga Maros untuk dilakukan Rapid dan PCR (SWAB) test. Baik lewat fasilitas PCR yang sudah tersedia di Balitkes Kemenkes, Rumah Sakit Unhas, Rumah Sakit Wahidin Makassar, atau bahkan kalau bisa mengfungsikan Balai Veteriner Kementan yang berada di Balitjas Maros – kalau bisa dengan layanan Drive Thru lebih baik lagi,” papar Irfan.

Irfan AB pun berharap seluruh pihak di Kabupaten Maros bisa mendapat secepatnya data yang akurat berapa warga Maros terpapar covid – 19.

“Takutnya banyak yang terpapar tapi masih berkeliaran di luar sana. Dengan demikian kita lebih cepat untuk melakukan pemutusan matai rantai penyebaran covid – 19. Lebih Cepat Lebih Baik,” desak Andi Muhammad Irfan AB. (mah)

Pos terkait