BERSAMA WAKIL KETUA DPRD PROVINSI SULSEL, NI’MATULLAH ERBE

  • Whatsapp
BERSAMA WAKIL KETUA DPRD PROVINSI SULSEL, NI'MATULLAH ERBE

“Gugus Tugas Covid-19 Sulsel Harus Bentuk Tim Kecil Berisikan para Ahli”

BERSAMA WAKIL KETUA DPRD PROVINSI SULSEL, NI'MATULLAH ERBE

Bacaan Lainnya

PROVINSI Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini masuk zona merah penyebaran corona atau covid-19 selain beberapa daerah di Pulau Jawa. Data terakhir, tercatat 127 kasus positif corona di Sulsel.

Hal tersebut pun kini menjadi perhatian serius Ni’matullah Erbe selaku Wakil Ketua DPRD Sulsel. Berikut kutipan tanggapan Ketua Partai Demokrat Sulsel ini.

) BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA TERHADAP LANGKAH DAN UPAYA DARI GUGUS TUGAS CEGAH COVID-19 PROVINSI SULSEL?

Menurut saya, gugus tugas yang dikomandoi langsung Gubernur Nurdin Abdullah selama sekitar dua pekan ini sudah bekerja luar biasa dan maksimal serta responsif dalam menangani masalah-masalah yang muncul sekaitan wabah covid-19 ini. Hanya saja, bagi saya masih ada hal yang terasa kurang, padahal itu justru penting dan strategis.

) APA DAN BAGAIMANA SEHARUSNYA ITU, PAK?

Mungkin saja hal tersebut sudah dipikirkan oleh Gubernur. Menurut saya, sejak awal mestinya (saat ini belum terlambat), gugus tugas membentuk dan menugaskan tim kecil berbentuk sebuah panel ahli yang anggotanya berasal dari multi disiplin.

Seperti misalnya dokter ahli pandemi, ahli kesehatan masyarakat, Polisi, TNI, PMI, pekerja sosial, dan ekonom. Tugas tim kecil itu bekerja senyap, tidak teknis dan mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi tindakan di lapangan.

Secara garis besar tim kecil itu merumuskan sebuah peta jalan bagi gugus tugas dan bagi kita semua tentang; kapan, apa, dan bagaimana kita keluar dari Pandemi Covid19 ini.

) SULSEL SAAT INI SALAH SATU PROVINSI YANG MASUK ZONA MERAH. TANGGAPAN BAPAK?

Kita tau, kita lihat dan rasakan bahwa Pemda dan terutama para petugas medis sudah bekerja sangat ekstra keras menghadapi wabah Covid-19 ini. Namun semua itu terlihat seperti kerja “pemadam kebakaran” yang bereaksi dari satu masalah ke masalah baru yang muncul tiap hari (reaktif).

Saya yakin, hampir kita semua yang ada di Sulsel saat-saat sekarang ini mulai bertanya-tanya, kapan kecemasan dan ketakutan ini berhenti? Bagaimana indikator dan keadaan daerah kita, sehingga kita bisa nyatakan dan deklarasikan bahwa Sulsel sudah aman dan Terkendali dari wabah Covid19?

Butuh waktu tiga bulan lagi, atau enam bulan lagi, atau satu tahun lagi, atau bahkan dua tahun lagi?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang mulai muncul di masyarakat. Tentunya butuh jawaban yang utuh dan jelas, sehingga tidak memunculkan masalah baru di masyarakat.

Itulah, pentingnya muncul skenario-skenario yang jelas dan detail sebagai ‘peta jalan’, sehingga kerja dan upaya kita semua secara bersama-sama memiliki arah dan target. Sekali lagi, tim kecil dalam bentuk panel ahli, bisa jadi strategis kehadiran dan perannya.

) BAGAIMANA JIKA SKENARIO ITU BUTUH BIAYA BESAR?

Saya pikir itu bukan masalah besar, karena kita di Sulsel ini ada 25 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD. Rinciannya, 1 APBD yang bersumber dari Provinsi dan 24 APBD Kabupaten/Kota. Kalau dari situ bisa disisihkan sebagian, lalu disinergikan, pasti sejumlah masalah bisa kita tangani secara baik. (mah)

Pos terkait