Enam Point Maklumat Bersama Upaya Putus Rantai Penyebaran Covid-19 di Enrekang

  • Whatsapp
Enam Point Maklumat Bersama Upaya Putus Rantai Penyebaran Covid-19 di Enrekang

 

ENREKANG,UPEKS.co.id— Pemerintah bersama Forkopimda dan perwakilan Organisasi keagamaan
menandatangani Maklumat bersama mendukung penuh Fatwa MUI no 14 thn 2020 tentang Penyelenggaraan  Ibadah dalam situasi terjadi wabah covid19.

Bacaan Lainnya

Surat Edaran Menteri Agama RI No. 6 tahun 2020 tentang panduan Ibadah Ramadhan dan IdulFitri 1 Syawal 1441  Hijriah ditengah pendemi wabah covid19.

Surat Edaran Gubernur Sulsel no 451.11/2057/2020 tentang himbauan kepada masyarakat di Sulsel terkait  pelaksanaan keagamaan.

Keputusan Bupati Enrekang No 259/kep/lV/2020 tentang perpanjangan penetapan status pendemi covid19 di  Kabupaten Enrekang.

Pertama, Tidak melaksanakan Shalat Jumat Berjamaah, Shalat 5 waktu Rawatib Berjamaah serta Shalat Tarwih  berjamaah, Itikaf dan seluruh jenis kegiatan Keagamaan di Masjid dan tempat lainnya kecuali berjamaah di rumah  masing – masing.

Ke-dua- Tidak melakukan sahur on the road atau Iftar Jama’i (buka puasa bersama) serta Halal Bil Halal dalam  wilayah Kabupaten Enrekang.

Ke-III, Tidak melaksanakan Shalat Sunnah IdulFitri di Masjid, Lapangan, Mushalla dan tempat lainnya dalam  wilayah Kabupaten Enrekang.

Ke-IV, Tidak melaksanakan Ibadah di Gereja dan tempat lainnya bagi ummat Kristen dan Katolik kecuali beribadah  di rumah masing – masing secara on line.

Ke-V, Pengumpulan Zakat Fitrah, Infaq dan Shadaqah dipercepat melalui UPZ agar dapat dimanfaatkan oleh  mustahiq.

Ke-VI, Maklumat bersama ini bersifat tanggap darurat mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan sewaktu waktu  dapat diabaikan pada saat pernyataan resmi dari Pemkab Enrekang, corona virus disease covid19 telah aman.

Bupati Enrekang mengatakan, keputusan bersama ini tidak melarang warga beribadah, tetapi ada aturan – aturan  melalui SOP yang ditetapkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Enrekang.

“Silahkan beribadah di rumah masing-masing. Tetapi jika kondisi dan situasi sudah kondusif dengan adanya  pengumuman resmi Pemerintah, maka otomatis Maklumat bersama ini gugur dengan sendirinya” kata Muslimin  Bando.

Karena itu, kasadaran masyarakat mematuhi Maklumat ini diharapkan mempercepat Pemerintah dalam  menangani penyebaran virus corona sehingga dapat diantisipasi hingga kita terbebas dari ancaman tersebut.

Semakin cepat kita mengikuti Maklumat bersama tersebut, maka akan semakin cepat pula kita terbebas dari  covid19, tambahnya.

Penandatangan Maklumat Bersama dilaksanakan di Posko Induk covid19 Enrekang, yang terletak di gedung  Perpustakaan Enrekang, Selasa 21 April 2020.

Maklumat Bersama ditandatangani Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando, Kapolres Enrekang AKBP Endon  Nurcahyo, Dandim 1419 Letkol INF Utyu Samsul Komar, Kajari Enrekang, Yusuf Sumalong, SH, Pimpinan DPRD  Kabupaten Enrekang Abdurrahman Zulkarnain, SE.

Ketua Pengadilan Negeri Enrekang Karsena SH. MH. Ketua PA Enrekang Slamet S. Ag. Kepala Kantor Kemenag  Enrekang drs. H. Kamaruddin, Ketua MUI, H. Amir Mustafa, Ketua FKUB drs H. Syawal Sitonda, Ketua PD  Muhammdiyah Enrekang, H Kamaruddin Sita.

Pejabat lainnya, Ketua PC NU drs. Lukman Mandeng. Ketua DPD Wahdanislamiyah drs. Gunawan. Pengantar  Katolik stasi Enrekang Kapten Inf Thomas, Pendeta Kristen Enrekang FKB Sandrianto Mamba Ari dan ketua  Dewan Masjid drs H. Lamir Dacing. (Sry).

Pos terkait