EDUKASI BUDAYA

Pesantren Ramadhan Virtual UMI Bahas Manfaat Puasa & Sistem Pencernaan

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Pesantren Ramadan Virtual UMI hari ke-VII tampilkan narasumber, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UMI Prof.dr. H.Syarifuddin Wahid, Ph.D dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMI Dr.H.Ahmad  Hakim, M.A.

Kegiatan yang dipandu Host Dr.Nurjannah Abna dan Dr.M.Ishaq Shamad itu diikuti peserta dari berbagai daerah,  termasuk Masamba, Soppeng, dan daerah lainnya di Sulsel.

Prof. Syarifuddin Wahid menjelaskan, puasa membuat usus beristirahat sejenak, setelah makan sahur sampai  berbuka puasa.

Syariat Islam menganjurkan, makan sahur dan segera berbuka puasa saat maghrib. Dalam ilmu kesehatan,  glukosa dalam usus tidak boleh istirahat terlalu lama. Jika satu sel dalam tubuh istirahat terlalu lama, maka sel  tersebut mengalami pengecilan, jelasnya, tandas Syarifuddin..

Sementara itu, Dekan FAI UMI Dr.H.Ahmad Hakim menjelaskan, tanpa kesabaran tinggi,ibadah puasa sulit  dilaksanakan, namun dengan rasa syukur, puasa dapat dilaksanakan dengan baik.

Puasa mendidik manusia agar mampu mengendalikan diri dan merupakan jihad akbar. Itu sesuai Sabda  Rasulullah SAW.

Dalam kegiatan itu, salah seorang peserta, A.Jihan menanyakan, makan di waktu imsak, apakah sah puasa? Host  Dr.M.Ishaq Shamad menjelaskan, tentu saja puasanya tetap sah, karena waktu imsak sebenarnya adalah  pemberitahuan untuk siap-siap menahan.

”Bahkan ada ulama membenarkan masih bisa makan/minum saat azan shubuh, namun setelah azan shubuh tidak  boleh lagi makan/minum bagi orang yang berpuasa, jelasnya.

Penanya lainnya, Sarina pertanyakan, apakah sama pahalanya membaca Al-qur’an dengan menggunakan mushaf  al-Qur’an dengan menggunakan applikasi di Android?, tanyanya.

Dr.M.Ishaq menjelaskan, ya memang lebih afdhal menggunakan Mushaf Al-Qur’an, namun jika membaca al- Qur’an melalui android tentu juga pahalanya akan tetap diperhitungkan.

Allah berfirman “Faman ya’mal mitsqaala zarratin khaeran yarah, waman ya’mal mitsqaala zarratin syarray yarah”  (barangsiapa berbuat kebaikan sebiji zarrah, maka pasti akan mendapatkan balasannya, demikian pula jika  berbuat baik sebiji zarrah, pasti juga akan mendapatkan balasannya).

Ditambahkannya, di bulan puasa pahala membaca Al-Qur’an sangat tinggi nilai pahalanya, 1 huruf dihitung 10 pahala, jadi jika membaca 1 ayat, misalnya “bismillaahirrahmaanirrahim” yang jumlah hurufnya 19, jadi nilai  pahalanya 190.

Apalagi jika saat membaca Al-Qur’an tersebut disaat Lailatul Qadar, tentu pahalanya sama dengan 1.000 bulan, itu  berarti sekitar 83 tahun 4 bulan, luar biasa ya, jelasnya.

Diakhir acara, Host Dr.Nurjanna Abna turut sosialisasikan, UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah sangat  atensi kegiatan keagamaan.

”InsyaAllah, pendaftaran maba 2020/2021 buka 2 Mei 2020 dan UMI memberikan fasilitas bebas tes, bagi siswa- siswi SLTA yang rajin ikut acara Pesantren Ramadhan UMI ini. Tentu syarat dan ketentuan berlaku. (rls).

Loading...

#TRENDING

To Top