Setelah Palopo, Kapal Pesiar Australia Juga Gagal Berlabuh di Bulukumba

  • Whatsapp
Setelah Palopo, Kapal Pesiar Australia Juga Gagal Berlabuh di Bulukumba

Setelah Palopo, Kapal Pesiar Australia Juga Gagal Berlabuh di Bulukumba

Setelah Palopo, Kapal Pesiar Australia Juga Gagal Berlabuh di Bulukumba

Bacaan Lainnya

BULUKUMBA, UPEKS.co.id— Setelah sebelumnya ditolak masuk ke Pelabuhan Tanjung Ringgit (PTR), Palopo,  Sulsel, kapal pesiar Australia, Coral Adventurer, juga ditolak masuk Pelabuhan Tanjung Bira,  Bulukumba.

Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) yang saat ini menjadi perbicangan  hangat. Sejumlah elemen masyarakat Bulukumba menolak kapal pesiar Coral Adventurer berlabuh di Pelabuhan  Tanjung Bira.

Masyarakat membakar ban bekas di Pantai Bira sebagai bentuk penolakan kapal pesiar tersebut belabuh di  Pelabuhan Tanjung Bira.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba, juga akhirnya membatalkan atau menunda penerimaan kapal pesiar Coral Adventurer Cruisse untuk berlabuh di Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari.

Rencana kedatangan kapal pesiar itu di Butta Panrita Lopi akhirnya ditunda setelah dilakukan rapat koordinasi  dengan instansi terkait di Kantor Bupati Bulukumba, Senin 9 Maret yang dipimpin Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Kapal pesiar yang sedianya berlabuh, Rabu 11 Maret mendatang itu akhirnya melanjutkan perjalanannya ke  destinasi berikutnya.

Kedatangan kapal pesiar tersebut juga mendapat penolakan oleh warga setempat dengan alasan, kekhawatiran  akan adanya penyebaran virus Corona yang sedang melanda dunia saat ini.

Tomy Satria usai memimpin rapat mengaku, pada prinsipnya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan telah
melakukan suatu pertimbangan yang cukup panjang.

“Kita di Bulukumba, satu kabupaten yang sedang menggenjot sektor wisata. Kita tahu kedatangan kapal pesiar itu
dimaksudkan mendorong marketing kita bagaimana melihat Bulukumba sebagai destinasi pariwisata yang luar  biasa,” kata Wabup.

Hanya saja, di tengah pandemi global tentang virus Corona membuat kegamangan dan trauma warga hingga  akhirnya kita meminta agar program kapal pesiar yang ditumpangi wisatawan asing dari Australia ini kita tunda  sampai pandemi global virus corona ini bisa ditangani bersama,” tegas Wabup Tomy.

Pihaknya, lanjutnya bahkan telah kerjasama dengan Syahbandar Bulukumba untuk berkoordinasi dengan operator Kapal Pesiar Coral Adventure, agar kapal tersebut tidak lagi berada di perairan Bulukumba.

“Karena ini program dinas pariwisata, maka kami mengatakan ini ditunda. Program ini sebetulnya telah direncanakan sejak 1 tahun lalu untuk mendorong akselerasi pariwisata di Bulukumba,” tambahnya.

Penundaan ini kata Tomy Satria, demi menjaga suasana kebatinan masyarakat yang traumatik dengan Corona  dan demi stabilitas masyarakat Bulukumba dengan tidak menerima kedatangan kapal pesiar tersebut.

“Dari pada membangun sugesti dalam bahasa kesehatan akan menurunkan imunitas kesehatan warga, maka demi kebaikan kita semua maka kami minta untuk tidak merapat,” jelasnya.

Tomy menekankan, terdapat dua keputusan penting yang dihasilkan dari rapat koordinasi itu. Yakni, menunda kunjungan kapal pesiar Coral Adventurere sampai masalah penyebaran virus Corona bisa diatasi.

Pemkab Bulukumba akan membuat pernyataan dalam bentuk surat, bahwa saat ini Pemkab Bulukumba belum bisa menerima kapal pesiar Coral Adventurer Cruisse bersandar di Bulukumba hingga masalah virus Corona bisa diatasi. (sufri)

Pos terkait