Pimpinan dan Anggota DPRD Tolak Kapal Pesiar Berlabuh di Bulukumba

  • Whatsapp
Pimpinan dan Anggota DPRD Tolak Kapal Pesiar Berlabuh di Bulukumba

Pimpinan dan Anggota DPRD Tolak Kapal Pesiar Berlabuh di Bulukumba

BULUKUMBA, UPEKS.co.id– Setelah sebelumnya ditolak masuk ke Pelabuhan Tanjung Ringgit (PTR), Palopo,
Sulawesi Selatan (Sulsel), kapal pesiar Australia, Coral Adventurer, juga ditolak masuk Pelabuhan Tanjung Bira,  Bulukumba.

Bacaan Lainnya

Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi kekhawatiran penyebaran virus Corona (Covid-19) masuk di Kabupaten  Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, masyarakat Bulukumba mengecam menolak kedatangan kapal pesiar berpenumpang 44 wisatawan
mancanegara untuk masuk di Pelabuhan Tanjung Bira.

Sebebagai bentuk penolakan tersebut, masyarakat membakar ban bekas di pinggir pantai tanjung Bira.

Aksi penolakan kapal pesiar oleh masyarakat Bulukumba ternyata mendapat perhatian serius dari pimpinan dan  anggota DPRD Bulukumba.

Ketua DPRD Bulukumba H.Rijal yang hadir rapat koordinasi bersama dengan Wakil Bupati dan instansi terkait di Kantor Bupati Bulukumba, Senin (9/3/2020) mengunci hasil rapat tersebut, dengan intinya menolak kapal pesiar  berlabuh di Pelabuhn Bontobahari.

Dari hasil penjelasan Ketua DPRD mendapat uplaus dari Wakil Bupati Tomy Satri dan instansi terkait.

“Sebelumnya kami sudah rapat dengan anggota DPRD dari badan legislasi dan semua fraksi. Semua anggota  DPRD Bulukumba menolak kapal pesiar untuk berlabuh di Bulukumba. Ini demi masyarakat Bulukumba,” ungkap  H.Rijal.

H. Rijal menegaskan, kapal pesiar tersebut mau datang di Bulukumba dalam waktu yang tidak tepat. Sehingga  tentu mendapatkan penolakan banyak masyarakat terkait penyebaran virus corona yang dikhawatirkan masuk ke Bulukumba.

“Jika kapal pesiar mau datang, silahkan datang pada waktu yang tepat. Bukannya kami selaku pemerintah daerah  dari Legislatif menolak, tapi silahkan atur waktu atau jadwalkan baik-baik jika ingin datang ke Bulukumba, supaya  masyarakat merasa nyaman, begitupun sebaliknya,” jelas H.Rijal.

Recananya, kapal pesiar asal Australia yang sedianya berlabuh pada hari Rabu 11 Maret mendatang itu akhirnya  melanjutkan perjalanannya ke destinasi wisata berikutnya. (sufri)

Pos terkait