Pemkot Makassar Amati 68 Orang, Termasuk Rombongan Umrah

  • Whatsapp
 Pemkot Makassar Amati 68 Orang, Termasuk Rombongan Umrah

 Pemkot Makassar Amati 68 Orang, Termasuk Rombongan Umrah

MAKASSAR, UPEKS— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melakukan pengamatan terhadap 68 orang terkait
virus Covid-19.

Bacaan Lainnya

Pengamatan juga dilakukan terhadap rombongan umrah yang sama dengan korban meninggal akibat virus  Covid-19 yang telah diumumkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“68 orang yang kita amati, termasuk yang satu rombongan umrah,” kata Iqbal Suhaeb, Penjabat (Pj) Wali Kota  Makassar di Media Center Covid-19, Dinkes Makassar, Jumat (20/3/2020).

Iqbal menjelaskan, dari 68 orang yang diamati, beberapa diantaranya tanpa gejala. Namun, mereka diklaim pernah
berinteraksi atau kontak dengan korban.

Data tersebut berdasarkan tracking yang dilakukan Pemkot Makassar melalui gugus tugas secara satu per satu.

Selain 68 orang yang diamati, ada 5 kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), 9 kasus Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) dan dua positif Corona di Kota Makassar.

Satu pasien positif berjenis kelamin perempuan yang meninggal dan satu lagi laki-laki dinyatakan dalam kondisi  membaik.

“Saat ini suami almarhumah dalam pengamatan karena ada gejala-gejala,” kata Iqbal.

Sementara itu, Kepala Dinkes Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, Dinkes Makassar menyiapkam tiga tiga  call center dalam penanganan virus Corona.

“Call center tak pernah berhenti. Keluhan yang masuk tak terhitung lagi, banyak,” tandas Naisyah.

Karenanya, Naisyah berharap, masyarakat tidak panik. Masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat.

Lanjutnya, Dinkes Makassar juga berkoordinasi dengan distributor-distributor alat kesehatan untuk pengadaan  masker.

“Penggunaan masker sebaiknya hanya bagi yang sakit, yang sehat jangan dulu karena masker yang terbatas,”  katanya.

Dinkes Makassar juga mengapresiasi bagi lembaga atau instansi yang berinisiatif memproduksi sendiri hand sanitizer. Pasaalnya, Dinkes Makassar terkendala dengan bahan yang terbatas.

“Kita tidak bisa bikin sendiri, bahan kita terbatas,” tandasnya. (rul).

Pos terkait