Ketua Satgas Pencegahan Virus Corona Kab Luwu: Pria Lansia Kategori PDP, Bayi Hanya Sakit Pneumonia

  • Whatsapp
Ketua Satgas Pencegahan Virus Corona Kab Luwu: Pria Lansia Kategori PDP, Bayi Hanya Sakit Pneumonia

 

Belopa, Upeka.co.id–Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Wabah Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Luwu, Yeremia Maya, membenarkan adanya warga Kabupaten Luwu yang saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Palopo. Tetapi hanya satu yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Penanganan Wabah Corona Kabupaten Luwu mengatakan, “Benar saat ini, ada dua warga Luwu yang sedang menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda. Seorang bayi usia 9 bulan dirawat di salah satu rumah sakit di Belopa, dan satu lagi pria berusia 50 tahun dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Palopo, tapi kami mau klarifikasi yang bayi belum masuk PDP maupun ODP,” ungkapnya.

Untuk pasien yang sedang dirawat di Kota Palopo, Yermia Maya menyampaikan, pasien tersebut telah masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP), karena konfirmasi kondisi fisiknya telah menunjukkan kriteria PDP.

“Pasien ini diduga PDP, karena berdasarkan hasil perawatan sementara telah masuk kriteria. Namun belum dinyatakan suspect Covid-19. Kami akan melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah setempat di mana pasien tersebut bersomisili dan akan melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 ini,” jelas Yermia.

Hal senada dengan dokter anak yang mendampingi bayi belum satu tahun itu, Mahirina menjelaskan, kondisi bayi saat ini sudah mulai membaik dan dinyatakan tidak masuk kategori curiga Corona. Meski sudah membaik, bayi tersebut tetap dalam perawatan intensif serta pemantauan oleh tim medis.

“Kondisi kesehatan bayi ini berangsur-angsur membaik, tapi kami masih terus melakukan pemantauan sebagai bentuk kewaspadaan. Dan terkait wabah virus corona, bayi 9 bulan ini tidak masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP). Kami nyatakan demikian, karena berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter-dokter ahli di Makassar dan kami menceritakan kronologi sampai bayi ini menjalani perawatan, mereka menganjurkan bayi ini tidak perlu dirujuk dan tetap dirawat di Belopa,” ungkapnya.

Mahirina menjelaskan, meski tidak masuk kriteria ODP dan PDP seperti yang telah diketahui publik, namun bayi ini tetap kita pantau dan perawatan medisnya ditangani sebagai pasien pneumonia (paru-paru basah).(kartini echa).

Pos terkait