IGI Sulsel Ajak Guru Jadi Teladan Pencegahan Covid 19

  • Whatsapp
IGI Sulsel Ajak Guru Jadi Teladan Pencegahan Covid 19

IGI Sulsel Ajak Guru Jadi Teladan Pencegahan Covid 19

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Upaya pencegahan penyebaran virus covid 19 yang dilakukan pemerintah, maupun  berbagai lembaga terus dilakukan, termasuk imbauan dari ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel Abdul Wahid  Nara.

Bacaan Lainnya

Dia berharap agar rekannya sesama guru jadi teladan di tengah masyarakat dalam pencegahan virus
mematikan ini.

Wahid Nara mengimbau anggotanya dan para guru agar bisa ditiru dan digugu dalam hal upaya pencegahan,  “semua harus turun tangan, dalam melakukan pencegahan, termasuk kita para guru” jelas kepala SMAN 3  Pinrang ini.

“Peran guru amat penting dalam hal menyampaikan informasi dan memberi contoh ditengah masyarakat”  tambahnya.

Meskipun saat ini para siswa tak hadir di sekolah, tapi para guru masih berkomunikasi dengan siswa melalui  pembelajaran on line, sehigga setiap kesempatan agar terus menghimbau ke siswa.

Sama ketika tatap muka lansung biasanya memberi kesempatan kesiswa 15 menit melakukan literasi, dan musim  pembelajaran on line ini mengawali pembelajaran dengan saling mengingatkan agar penyebaran covid 19 dapat  dihindari.

Wahid Nara yang juga mantan ketua umum BEM UNM ini mengimbau kepada para guru agar terus sosialisasikan pesan dari WHO dan pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulsel Prof. Dr. Nurdin Abdullah serta imbauan dari Plt.  Kadisdik Sulsel Dr.H.Basri, M.Pd. agar dapat ditindaklanjuti dan disosialisasikan.

Beberapa imbauan penting yang tutut disosialisasikan IGI Sulsel, memastikan secara berkala bahwa tangan tetap  bersih.

Jika terindikasi kotor, maka gosokkan tangan dengan alkohol atau cuci tangan dengan sabun dan air. Hal  tersebut dapat menghapus virus jika terdapat di tangan.

Berperilaku higienis, terutama dalam persoalan pernafasan. Artinya, ketika bersin atau batuk harus menutup mulut  dan hidung dengan siku atau tisu. Tisu langsung dibuang ke tempat sampah yang tertutup.

Kemudian, cuci tangan dengan sabun dan air. Hal itu guna menjaga penyebaran virus dan kuman. Penting juga  bagi penderita gejala tersebut untuk menggunakan masker medis.

Menjaga jarak interaksi sosial. Setidaknya, harus terdapat jarak satu meter dengan orang yang tengah menderita  bersin, batuk, dan demam. Bagi yang batuk dan bersin, harus ditutup agar tidak menyebar. Hal itu penting guna  menjaga percikan virus yang dapat dengan mudah terhirup saat bernafas.

Hal yang perlu dilakukan juga, menghindari bersentuhan dengan mata, hidung, dan mulut. Tangan yang  menyentuh salah satu di antara ketiganya akan terkontaminasi memudahkan virus menyebar. Karenanya, jika  merasa diri demam, batuk, ataupun sulit bernafas, segera cek kesehatan.

Guru diharap terus melakukan pembelejaran on line dengan berbagai aplikasi dan bisa menyenangkan siswa  mengikuti proses belajar mengajar, serta tetap melakukan berbagai inovasi pembelajaran on line.

Hal yang utama guru jangan membuat panik para siswa atau menjadi pemicu kemanikan di masyarakat. Hindari  memberi informasi yang membuat kepanikan yang berlebihan, sehingga masyarakat menjadi stres dan bisa  menurunkan imun dalam tubuh” jelas Wahid Nara.

“Intinya, jadilah teladan ditengah masyarakat, agar penyebaran virus bisa terhambat” jelasnya. (rls).

Pos terkait