ANEKA

Kadis DP2KUKM Lutra Klarifikasi Kabar Penutupan Pasar

 

LUTRA.UPEKS.co.id — Sudah sepekan masyarakat dan pedagang resah beredarnya kabar (isu) penutupan  pasar di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel sebagai akibat semakin merebaknya wabah Corona Virus Disease
(Covid-19). Belakangan diketahui kabar tersebut tidak benar.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas(Kadis) DP2KUKM Kabupaten Lutra H.Drs Muh Kasrum Pattawari. “Tidak benar  (penutupan pasar).

Hanya akan ditutup di sore hari itupun saat akan dilakukan penyemprotan disinfektan dan jadwalnya setiap hari  minggu sore atau dua kali seminggu, itupun dilihat dari kondisi,” ujar Kasrum Pattawari pada wartawan media ini,  Selasa (31/3/2020) sore.

Kasrum memastikan, penyemprotan pasar-pasar rakyat, tradisional dan pasar sentral ini tidak akan mengganggu  aktifvtas masyarakat dan pedagang yang akan bertransaksi di pasar.

“Diupayakan tidak mengganggu, dan segera akan disampaikan lokasi yang akan dilakukan penyemprotan,”  tegasnya.

Kasrum menghimbau masyarakat khususnya para pedagang, tidak terpancing dengan isu tersebut. “Jangan  percaya kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena kenyataannya pasar-pasar di Bumi  Lamaranginang(Lutra, red) tetap ada aktivitas jual beli,” jelas dia.

Kabar tidak benar alias hoaks mengenai penutupan pasar di Lutra beredar luas dan membuat resah masyarakat  dan pedagang.

Seorang pedagang sayur mayur dan bumbu di Pasar Tarue Kecamatan Sabbang Selatan, Hardiansyah (40)  mengatakan, isu terkait penutupan pasar itu sudah beredar dalam seminggu terakhir.

Menurut isu yang beredar di kalangan pedagang dan masyarakat itu, Pasar Tarue yang berlokasi di ibukota  Kecamatan Sabbang Selatan akan ditutup, itu tidak benar, buktinya Rabu (1/3/2020) masih akan beraktivitas jual  beli.

Hanya kami pedagang mengharapkan Pasar tradisional juga disemprot disinfektan untuk mengantisipasi  penyebaran virus corona (Covid-19) dan jangan hanya pasar sentral, usulnya.

“Isu itu membuat pedagang resah. Banyak pedagang bertanya-tanya kebenaran su itu. Ada yang percaya, ada  yang ragu, banyak juga yang tidak percaya. Masalahnya kalau sampai pasar ditutup, imbasnya luar biasa,”  tuturnya lagi..

Bahkan kabarnya, bukan hanya Pasar Tarue yang akan ditutup, tetapi semua pasar yang ada di Kabupaten Lutra.

“Kalau itu dilakukan, berapa ribu pedagang yang menggantungkan hidupnya di sana akan kehilangan mata  pencahariannya. Makanya sampai saat ini para pedagang sedang mencari sumber valid soal isu seluruh pasar  akan ditutup,” kata Hardiansyah, pedagang di Pasar.(yustus)

Loading...

#TRENDING

To Top