Perpustakaan Lorong, Jadi Perhatian Pemkot Makassar

Perpustakaan Lorong, Jadi Perhatian Pemkot Makassar

Perpustakaan Lorong, Jadi Perhatian Pemkot MakassarMAKASSAR,UPEKS.co.id—Forum Komunikasi Pengelola Perpustakaan Lorong dan Desa Sulsel memenuhi
undangan Kepala Bappeda Kota Makassar, dr.Hj.Andi Khadijah Iriani, M.Si.,Senin (10/2) di Balaikota Makassar.
Penggagas Perpustakaan Lorong kota Makassar yang juga Ketua Forum Pengelola Perpustakaan Lorong Desa Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), didampingi Duta Baca Sulsel Reski Amalia Syafiin, S.H., pengurus Forum  Perpustakaan Lorong Desa Sulsel, ketua LPM perwakilan kota Makassar.

BAK memaparkan inovasi Perpustakaan Lorong di Parangtambung yang berdiri 2017 dan beberapa wilayah di  kota Makasssar.

Bacaan Lainnya

Perpustakaan di Di Parangtambung jadi wadah belajar masyarakat. Selain membaca, juga ada kelas  bahasa Inggris, kelas inspirasi, Talkshow literasi, kelas Mendongeng dan kelas edukasi dan rekreatif.

”Kehadiran Perpustakaan Lorong telah mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat menjadi lebih maju,” ungkap  BAK.

Kiki yang juga Ketua Relawan Perpustakaan Lorong Parangtambung, menyampaikan succes story inspirating  bagaimana proses edukasi role ply di perpustakaan lorong Parangtambung.

Kepala Bappeda Kota Makassar, dr.Hj. Andi Khadijah Iriani antusias mendengar penjelasan BAK dan Reski  Amalia Syafiin. Dia tak menyangka ada sebuah gerakan peningkatan minat baca masyarakat melalui  Perpustakaan Lorong.

“Saya mengapresiasi adanya Perpustakaan Lorong. Ini contoh inovasi yang berkelanjutan dan itu yang penting.  Dalam sebuah program atau gerakan yang paling penting adalah suistanablenya. Perpustakaan lorong bisa  menjadi gerakan yang kita terapkan di kelurahan dan kecamatan,” ucapnya.

Bappeda kota Makassar akan memfasilitasi Focus Group Discussion untuk membicarakan lebih lanjut  Perpustakaan Lorong.

“Diharapkan gagasan perpustakaan lorong bisa hadir di setiap kelurahan dengan kerjasama LPM. Lurah bisa  menghadirkan perpustakaan lorong dengan memanfaatkan dana kelurahan”, papar Hj.Andi Khadijah Iriani. (rus).

Pos terkait