ANEKA

Dana APBD Tahun ini ke Walmas Rp30 Miliar, Bupati Katakan Tidak Ada Anak Tiri

COFFEE MORNING. Bupati Basmin Mattayang saat memberikan keterangan pers soal Walmas pada acara coffee Morning di Rujab Bupati Luwu bersama para insan media dan Pimpinan SKPD di Luwu, Jumat pagi (28/2/2020). (Kartini)

LUWU, UPEKS.co.id– Bupati Luwu, Basmin Mattayang dengan tegas menepis isu tentang Walmas yang hanya jadi “anak tiri”. Ironisnya isu tersebut mengatakan Rp5 miliar diperuntukkan untuk pembangunan fisik di daerah tersebut. Padahal tahun ini saja anggaran ke Walmas sudah mencapai Rp30 miliar.

Hal itu dikatakan Basmin Mattayang pada acara coffee Morning di Rujab Bupati Luwu bersama para insan media dan Pimpinan SKPD di Luwu, Jumat pagi (28/2/2020).

Ungkapan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan beberapa wartawan tentang komitmen janji pada masyarakat Walmas.

Di hadapan para Pimpinan OPD serta awak media, Bupati Luwu Basmin Mattayang dengan tegas mengatakan jika sudah Rp30 miliar dana dikucurkan untuk pembangunan fisik di Walmas.

“Kalau ada yang mengisukan walmas anak tiri itu hoax, saya ini salah satu tokoh Walmas yang memperjuangkan pemekaran Walmas tidak mungkin saya anak tirikan,” ungkapnya.

Lanjutnya, komitmen Bupati Luwu kepada masyarakat Walmas untuk memberi anggaran 30 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) sudah dilakukan.

“Saya punya komitmen dengan masyarakat Walmas DAU 30 persen sementara di Selatan 70 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, jika memang isu itu ada, tentunya dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sangat ambisius dan mungkin ini adalah black campaign. Padahal perjalanan masih panjang 3 tahun lebih lagi masa pemerintahan BAIK berakhir.

Kepala Bappeda Luwu Muhammad Rudi ikut membenarkan yang disampaikan Bupati Luwu.

“Benar sudah Rp30 miliar dana ke Walmas untuk beberapa item,” terangnya.

Diantara Item itu Lapangan PalemPang Batustanduk, Irigasi, Jalanan dan Kantor Camat.

“Lebih mudah lagi melihat di website PTSE semua ada di situ secara terbuka,” jelasnya.

Laniutnya, jika pihaknya bersama wakil Bupati Syukur Bijak, secara bertahap akan merealisasikan janji politik BAIK saat kampanye tahun lalu. Dimana saat itu Program BAIK yaitu satu desa, satu ambulance.

Tahun ini pemerintah sudah memprogramkan sebanyak 12 unit ambulance. Diproriataskan untuk desa-desa terpencil, agar tidak ada lagi keluhan warga terkait pelayan kesehatan di daerah terpencil.

Sejumlah desa di empat kecamatan yakni Puskesmas Latimojong, Bastem, Bastem Utara dan Walenrang Barat sudah mendapatkan ambulance. Realisasi pengadaan ambulance di tahun lalu.

Beberapa Kepala OPD juga turut memberikan beberapa usulan dan masukan kepada wartawan agar kerja secara profesional sebagai mitra pemerintah. (Kartini)

Loading...

#TRENDING

To Top