ANEKA

Gelapkan Kendaraan, Nasabah Adira Finance Dipidana Satu Tahun

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Seorang nasabah PT Adira Dinamika Multifinance, Nilda Suci Ramadhani, terpaksa  menginap di hotel Prodeo setelah terbukti menggelapkan kendaraan yang di kredit di pembiayaan tersebut.

Mobil jenis Toyota Agya DD 1862 SB yang dikredit nasabah Januari 2018, mengalami macet 10 Desember 2019.  Setelah pihak Adira menelusurinya, ternyata mobil tersebut sudah dipindahtangankan.

Sehingga berjalannya waktu, pihak Adira melaporkan kasus itu ke polda Sulsel hingga masuk persidangan di Pengadilan Negeri Makassar. Hakim pun memvonis debitur tersebut satu tahun pidana penjara dan denda Rp 5 juta dengan ketentuan, jika tidak dibayar denda tersebut maka diganti penjara satu bulan.

Cluster Collection Head PT Adira Dinamika Multifinance Tbk Cabang Makassar Mobil 1, Ahmad Rusydi  mengatakan, hakim Pengadilan Negeri Makassar telah menjatuhkan vonis bersalah terhadap oknum debitur  tersebut.

Loading...

“Sebelum kasus itu berlanjut, kami sudah tempuh secara kekeluargaan. Namun yang bersangkutan tidak ada  itikad baiknya, ” kata Ahmad Rusydi didampingi kuasa hukum Adira, Muhammad Syhban Munawir, Kamis  (27/2/20).

Ahmad Rusydi menceritakan, Juni 2019 pihak Adira Cabang Makassar Mobil 1 melaporkan ke Polda Sulsel Nila  Suci Ramadhani yang merupakan nasabah debitur Adira. Laporan itu terkait, dugaan tindak pidana pengalihan  jaminan objek fidusia.

“Atau laporan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 Jo pasal 23 ayat 2 UU RI No 42 tahun 1999  tentang fidusia dan atau pasal 372 KUHP, ” ucap Ahmad.

Laporan itu pun dibuktikan dengan hilangnya unit atau kendaraan yang telah dibeli dalam pernjanjian kontrak  antara nasabah dan Adira. Hilangnya unit tersebut ditengarai karena sudah beberapa kali pindah tangan.

“Terkait kasus dugaan penggelapan mobil oleh nasabah, saat ini masih ada dua laporan di Polda Sulsel dan dua  Polrestabes Makassar, ” jelas Ahmad.

Sementara Kanit 1 Subdit II Fismindev Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Amiruddin menyampaikan adanya UU  fidusia pasal 36 disitu ada tindak pidana. Dimana bunyinya apabila jaminan fidusia memindah tangankan atau  merubah bentuk akan dikenakan pidana.

“Sudah ada beberapa kasus yang sudah Ditangani. Bukan baru kali ini. Banyak kostumer yang memindahtangankan atau mengalihkan ke orang lain tanpa pemberitahuan pihak finance. Kami juga minta pihak finance agar  lebih berhati-hati, ” ucapnya.(Jay)

Loading...

#TRENDING

To Top