ANEKA

Pemkab Gowa Pastikan Keluarga Dg. Nappa Penerima Bansos

GOWA, UPEKS.co.id— Pemkab Gowa bergerak cepat menangani pengaduan adanya warga membutuhkan
bantuan pangan dan papan.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, langsung memerintahkan Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa
untuk segera menindak lanjuti aduan tersebut.

Keluarga Hasri Daeng Nappa warga Dusun Tabbuakkang, Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Gowa,  menjadi perbincangan di sosial media lantaran tinggal di sebuah gubuk kecil berukuran 3 x 2,5 meter dengan  kondisi memprihatinkan. Dalam postingan yang beredar, keluarga Daeng Nappa disebutkan kekurangan
makanan.

Mendapatkan aduan tersebut, Camat Bontonompo, Wahyuddin MP, bersama jajaran pemerintah desa langsung  mendatangi kediaman Daeng Nappa, Kamis (20/2/2020) sore untuk mengecek kebenaran postingan tersebut.

Apalagi, menurutnya, keluarga Daeng Nappa selama ini memang menjadi keluarga miskin yang mendapat  pantauan dari pihak pemerintah.

“Keluarga Daeng Nappa ini memang termasuk penerima bantuan sosial (Bansos) baik itu Program Keluarga  Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat  (KIS). Jadi pas kita terima aduan itu, kita cek lagi kebutuhannya apa. Sebelum viral seperti ini, Pak Bupati bahkan
sejak Kamis kemarin sudah memerintahkan langsung untuk mengecek kebutuhan keluarga ini,” ungkap  Wahyuddin, Jumat (21/2/2020).

Pihaknya, kata Wahyuddin, sebenarnya ingin mengusulkan keluarga Daeng Nappa menjadi penerima bantuan  bedah rumah.

“Tapi terkendala soal lahan. Karena lahan yang ditempati itu bukan lahannya. Kami sudah mencoba  mengkomunikasikan ke pemilik lahan, tapi pemilik lahan hanya mau lahannya dipinjam pakai, dan suatu waktu  akan ia ambil kembali,” jelasnya.

Loading...

Lahan yang ditempati keluarga Daeng Nappa, kata Wahyuddin, adalah lahan saudaranya sendiri yang juga  bertetangga di lokasi tersebut.

“Sementara ini, kita masih mencarikan solusinya, minimal kita carikan dulu lahan  yang bisa keluarga ini tempati sementara untuk dibangunkan rumah layak huni,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol, mengatakan Daeng Nappa selama ini  sudah mendapat perhatian dari pemerintah dengan pemberian Bansos. “Daeng Nappa merupakan peserta PKH  sejak 2016 dan saat ini sudah masuk 4 tahun, dengan kategori yang ada beliau menerima Rp 2.475.000 pertahap  dengan empat tahap,” kata Syamsuddin.

Ia merupakan pindahan dari Kota Makassar pada 2013 lalu ini tinggal bersama istri dan 5 orang anaknya.

“Inilah  yang membuat keluarga tersebut menerima Program Keluarga Harapan Rp2.475.000 dengan kategori itu. PKH itu
bisa digunakan untuk anak sekolah, bisa dibelikan baju sekolah, bisa dibelikan kasur untuk tempat tidur, balita  dibelikan susu,” jelasnya.

Pendamping PKH tiap bulan ada edukasi pemanfaatan bansos agar arahnya sesuai program nasional ini bisa  sesuai dengan peruntukannya, itulah program keluarga harapan, keluarga yang diharapkan bisa mandiri.

Syamsuddin Bidol juga menyebutkan keluarga Daeng Nappa juga menerima bantuan sosial lainnya, seperti KIS, KIP dan Program Sembako yang dulu namanya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Dia juga penerima BPNT yang sekarang berubah nama program yakni program bansos sembako dengan bantuan Rp150.000, yang diwujudkan dalam bentuk 10 kilogram beras tambah telur dan ayam setiap bulan,”  jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gowa, kata Syamsuddin, selama ini tidak pernah menutup mata jika ada warga yang membutuhkan bantuan. “Insya Allah kalau ada tertulis lengkap semua mudah diselesaikan secara administrasi namanya tertib administrasi,” tambahnya.

Sementara Daeng Nappa, mengaku tidak tahu menahu terkait postingan yang viral terkait dirinya. Ia juga  membantah jika pernah ingin meminjam beras karena anak-anaknya yang belum makan. (Sofyan).

Loading...

#TRENDING

To Top