MAKASSAR CITY

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Disbudpar Sulsel Gagas Wisata Halal

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel gagas wisata halal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Denny Irawan menuturkan gagasan tersebut tidak hanya digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulsel tetapi sudah menjadi kebijakan Pemerintah Pusat.

Kata Denny, untuk merealisasikan rencana tersebut, saat ini Pemprov Sulsel tengah berbenah dengan bekerjasama dan berkoordinasi dari berbagai pihak utamanya seluruh Kepada Dinas Pariwisata se-Sulsel dan pengusaha yang bergerak dalam bidang perhotelan.

Kerjasama yang dilakukan sambung Denny. Ia meminta kepada kepala dinas terkait dan pengusaha yang bergerak dalam bidang perhotelan untuk mempersiapkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. Utamanya kebutuhan wisatawan muslim dan non-muslim.

Untuk kebutuhan wisatawan muslim. Menurut Denny. Dirinya menegaskan agar seluruh pengusaha baik pengusaha hotel maupun restoran agar benar-benar menyiapkan pelayanan yang maksimal juga pengusaha restoran untuk menyiapkan makanan yang betul-betul halal dikunjungi oleh wisatawan muslim.

“Tujuan terakhir destinasi itu adalah kenyamanan. Nah, selama ini kami sudah melakukan beberapa kali pertemuan baik itu pengusaha maupun kepala dinas pariwisata se-Sulsel,” ucap Denny.

Ia mengaku persyaratan destinasi halal untuk wisatawan muslim. Kata Denny seluruh pengusaha baik hotel maupun restoran, mereka harus mempersiapkan apa-apa yang menjadi persyaratan yang dikeluarkan dari Majelis Ulama Indonesia.

Loading...

“Persyaratan dibuat oleh MUI dan ini harus disiapkan karena persyaratan menjadi wisata halal itu yang menentukan adalah MUI,” ucapnya.

Lebih jauh Denny mengatakan wisata halal selama ini banyak yang beranggapan bahwa tempat destinasi tersebut berdasarkan syariat Islam. Ia menyebutkan wisata halal itu adalah bagaimana memberikan pelayanan dan menyiapkan kebutuhan wisatawan yang datang berkunjung di Sulsel.

“Selama ini banyak berpandangan wisata halal itu adalah tempat wisata itu harus sesuai Islam, bukan itu. Wisata halal itu adalah bagaimana menyiapkan pelayanan kebutuhan yang terbaik kepada wisatawan yang datang baik muslim maupun non-muslim,” ucapnya.

“Untuk wisatawan muslim kita siapkan kebutuhan sesuai syariat muslim, seperti menyiapkan restoran terjamin kehalalannya, begitupun hotel harus menyiapkan kebutuhan wisatawan yang datang yang benar-benar nyaman,” tutupnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019 sebanyak 17.771 kunjungan yang datang melalui pintu masuk Makassar.

Kunjungan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3.645 atau 25,80 persen. Dari kunjungan wisatawan mancanegara di Sulsel pada tahun 2019 terdapat lima negara yang terbesar, yakni China, Malaysia Singapura, Prancis dan Amerika Serikat.

Dengan rincian pengunjung sepanjang tahun 2019 antara lain China sebanyak 411, Malaysia sebanyak 10.056, Singapura sebanyak 545, Prancis sebanyak 620, dan Amerika Serikat sebanyak 515.

Adapun total kunjungan wisatawan dari lima negara tersebut sebanyak 1.366 kunjungan atau sekitar 75 persen dari total wisman yang masuk melalui pintu masuk Makassar. (Rasak)

Loading...

#TRENDING

To Top