SULAWESI SELATAN

ACM Tersangka Dugaan Korupsi Irigasi Senilai Rp200 Juta di Pongko Ditahan

LUWU, UPEKS.co.id– Unit IV Tipidkor Sat Reskrim Polres Luwu melakukan tahap II yakni penyerahan barang bukti dan tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari), Luwu yakni Andi Cincin Makassau (ACM) Bin atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan anggaran peningkatan jaringan rehabilitasi D.I Tubu Ampak Kanan Luwu sekitar pukul 11.30 Wita , Kamis (20/2/2020).

Lokasi kegiatan ini terletak di di Desa Pongko, Kec. Walenrang Utara, Kab. Luwu tahun anggaran 2015 pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, mengatakan ia dikenakan Pasal 2 ayat 1 subsidair  pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana.

ACM tidak sendiri sebelumnya tiga orang lainnya telah ditetapkan tersangka yakni Yunus S Kalibu masode,S.T selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Mappile,S.T,M.T selaku Direksi, Andi Hasanuddin Makkasau selaku pimpinan CV. Niki Laudia, 4. Andi Cincing Makkasau selaku rekanan / pihak ketiga.

Berdasarkan perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) perwakilan Sulsel sebesar Rp200.359.777,97 sesuai yang ditetapkan pada tanggal 04 Nopember 2019 berkas perkara Nomor : BP / 44 / VII / 2018, tanggal 10 juli 2018.

Loading...

Andi Cincin Makassau adalah warga Jln. Benteng Raya No. 05 Kel. Benteng Kec. Wara Timur Kota Palopo berdasarkan surat kejaksaan negeri belopa nomor : B-13 / P.4.35.4./Fd.1/11/2019, tanggal 04 Nopember 2019 tentang pemberitahuan hasil penyidikan ( P 21 ).

“Hari ini berkas dan tersangka kami serahkan ke Kejaksaan, sementara tiga tersangka lainnya sudah terlebih dahulu ditahan,” kata Faisal Syam.

ACMdibawa ke Kejaksaan Negeri Luwu, didampingi Lukman S Wahid, pengacaranya. Selanjutnya tersangka akan menjalani masa hukuman di Lapas Makassar.

Proyek pembangunan Irigasi di Desa Pongko, diduga dikerjakan asal-asalan, dan berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan, terdapat kerugian negara lebih dari Rp 200 juta.
Sementara Lukman S Wahid, Kuasa Hukum Acm, belum dapat dikonfirmasi, terkait kasus yang menjerat kliennya.

Diketahui sebelumnya kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam mengatakan Andi Hasanuddin (51) ditangkap di Kota Palopo setelah beberapa hari menjadi buron.

“AH masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Desember 2017 lalu. AH merupakan terduga pelaku penyalahgunaan dana pembangunan rehabilitasi D.I Tubu Ampak Kanan Kabupaten Luwu, di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sulsel TA 2015, yang terletak di Desa Pongko,” ungkap Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faizal Syam, saat itu (05/08/2018) silam.

Ia ditangkap di kediamannya di Jalan Merpati 6 Perumnas, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Saat ditangkap, tersangka tidak melawan dan tidak bisa berkutik ketika petugas menggelandangnya ke penjara.

Oleh petugas, tersangka dianggap tidak kooperatif sebab tidak pernah hadir dalam panggilan pemeriksaan sejak Desember 2017.

Dalam kasus ini, Andi Hasanuddin terlibat sebagai pemilik perusahaan, sementara tersangka lainnya yang ditetapkan yakni mantan Ketua KONI Palopo, Andi Cincing Makkasau (ACM) berperan sebagai pelaksana di lapangan. ACM sendiri diketahui adalah saudara kandung Andi Hasanuddin.

Dua orang lainnya yang ikut terlibat dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik yakni, Andi Mappile yang bertindak sebagai direktur pengawas berstatus ASN Pemprov Sulsel dan Yunus Kalibo Massahode bertindak. (Kartini)

 

Loading...

#TRENDING

To Top