ANEKA

Musrenbang Kabupaten Lutim Berakhir di Kecamatan Wotu

LUTIM.UPEKS.co.id—Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Luwu Timur yang  dilaksanakan di Kecamatan se Lutim sejak 11 Februari lalu, berakhir Selasa (18/02/2020) di Kecamatan Burau dan  Wotu. Musrenbang dilaksanakan pagi hari di Burau lalu siang hingga sore hari di Kecamatan Wotu.

Musrenbang dibuka Ahli Hukum dan Pemerintahan, H. April, mewakili Bupati Luwu Timur, dengan menghadirikan  seluruh stakeholder baik Kepala Desa, BPD, Kepala Puskesmas, kepala BPP, Tokoh masyarakat pemangku adat  serta Tokoh agama.

Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan , H. April dalam sambutannya mengatakan, Musrenbang dilaksanakan dalam  rangka penyusunan perencanaan pembangunan Tahun 2020 merupakan Musrenbang yang kelima di masa  kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2016-2021 dengan Visi “Luwu Timur Terkemuka 2021”.

Tema Musrenbang Tahun 2020 ini ialah “Pemantapan kemajuan dan kemandirian daerah dengan didukung oleh  situasi kondusif bagi ketertiban umum dan penyelenggaraan demokrasi”.

“Untuk mengakselerasi Tema Pembangunan tersebut, maka Kebijakan Pembangunan di Prioritaskan pada ;  Pemeliharaan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, Pengembangan masyarakat religius dan kerukunan ummat beragama, Penataan Ruang Dan Pelestarian Lingkungan Hidup, Pembangunan dan Pelayanan Pendidikan  dan Pembangunan dan pelayanan kesehatan.

Anggota DPRD Luwu Timur perwakilan daerah pemilihan Wotu-Burau hadir pada Musrenbang ini. Sarkawi A.  Hamid, Alpian Alwi, Heriyanti Harun, Badawi Alwi dan Masrul Suara. Ketua DPRD, Amran Syam turut hadir di  Musrenbang Kecamatan Burau.

Kepala Bapelitbanda, H. Budiman memaparkan capaian kinerja makro pembangunan daerah terutama meliputi  perekonomian mencakup ; PDRB Luwu Timur Tahun 2018 sebesar 20,92 triliun rupiah atas dasar harga berlaku,  atau sebesar 15,84 triliun rupiah atas dasar harga konstan.

Meski pada tahun ini hanya mampu tumbuh kecil. Namun, Luwu Timur tetap menjadi kabupaten ke-4 dengan  PDRB terbesar di Sulawesi Selatan. Dengan nilai PDRB tersebut, Ekonomi Luwu Timur tumbuh sebesar 3,44  persen.

Terkait besaran APBD Lutim TA. 2021, Budiman mengatakan, sebesar Rp. 1.537.220.725.948,26 dengan alokasi  sebagai berikut ; Sektor Pendidikan 20% atau Rp. 307 M, Kesehatan 10% atau Rp. 153 M, infrastruktur 25% atau  Rp. 384 M, Pengawasan 0,75% atau Rp. 11 M dan sektor SDM Aparatur 0.16 % atau sebesar Rp. 2,4 M.

Adapun daftar usulan desa TA. 2021 berdasarkan kecamatan sebanyak 2.684 usulan dan usulan pokok pikiran  DPRD sebanyak 589 usulan yang tersebar pada 16 OPD.

Pada sesi tanya jawab antara peserta Musrenbang yang mayoritas kepala desa, sejumlah Kades  mempertanyakan alokasi kegiatan yang dialokasikan ke masing-masing, dimana menurut sebagian dari Kepala  desa banyak usulan mereka yang tidak terakomodir padahal hampir setiap tahun saat Musrenbang dimasukkan  sebagai skala prioritas pembangunan, tetapi lagi-lagi tidak dapat diakomodir, sehingga mereka menganggap  bahwa desa mereka tidak diperhatikan oleh Pemerintah daerah.

Menjawab keluhan para kepala desa tersebut, baik anggota Dewan maupun Kepala Bapelitbangda mengatakan  bahwa, tidak ada unsur kesengajaan dari Pemerintah daerah untuk tidak mengakomodir usulan dari para kepala  desa, namun karena keterbatasan anggaran daerah yang dimiliki termasuk naiknya iuran BPJS kelas 3 serta
adanya Pilkada tahun 2020 sehingga APBD banyak terserap untuk kegiatan tersebut.

Kegiatan Musrenbang ditutup dengan Desk, dimana setiap kepala desa yang memiliki usulan kegiatan berhadapan  langsung dengan OPD terkait untuk mengusulkan kegiatan yang menjadi skala prioritas mereka.

Mayoritas usulan yang masuk pada Desk Musrenbang adalah kegiatan fisik berupa pengaspalan, jalan tani,  maupun jembatan, meskipun ada usulan Non fisik tapi persentasenya sangat kecil dibandingkan usulan untuk  pembangunan fisik. (citizen report/hms).

Loading...

#TRENDING

To Top