MAKASSAR CITY

Kaji Kawasan Urban Fringe Antar Dosen Unibos Raih Doktor di UNM

 

Makassar, Upeks.co.id–Perkembangan penduduk kota Makassar, khususnya yang bermukim di wilayah urban fringe (kawasan pinggiran/pesisir kota), secara sepintas memiliki kualitas lingkungan hunian relatif rendah.

Hal itu diasumsikan terjadi akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap upaya dalam peningkatan kualitas lingkungan huniannya.

Demikian ditegaskan Rudi Latief ketika mempertahankan riset disertasinya dengan judul “Strategi Perilaku Pemeliharaan Lingkungan Permukiman pada Kawasan Urban Fringe Pesisir Kota Makassar” pada Senin (17/2) di Aula AD Lantai 5 PPs UNM.

Rudi Latief yang mengabdi sebagai dosen Universitas Bosowa (Unibos) Makassar mengikuti sidang ujian promosi untuk meraih gelar doktor Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH).

Sidang ujian promosi dipimpin ketua: Prof. Dr.Baso Jabu,M.Hum. dengan anggota: Prof.Dr.Ramli Umar,M.Si., Dr.Moh.Ahsan S.Mandra,ST.,MT., Prof.Dr.Muhammad Ardi,M.S., Dr.Nurulita Pertiwi,MT., Prof.Dr.Anshari,M.Hum., dan Dr.Ir. Ida Warni,MT.

Loading...

Rudi Latief meneliti di tiga lokasi kawasan pinggiran/pesisir di kota Makassar, yaitu di Kelurahan Tallo, Kelurahan Untia, dan Kelurahan Barombong.

Temuan riset menunjukkan pengetahuan, kebijakan pemerintah, dan sikap lingkungan berpengaruh langsung terhadap perilaku masyarakat.

Begitu pula pengetahuan, kebijakan pemerintah, dan pengetahuan penerapan teknologi melalui sikap berpengaruh terhadap perilaku masyarakat.

Pengetahuan penerapan teknologi tidak berpengaruh langsung terhadap perilaku masyarakat. Artinya, pengetahuan masyarakat mengenai penerapan teknologi pengelolaan limbah cair, persampahan, penataan lingkungan tidak mengubah perilaku masyarakat.

Dewan penguji menetapkan Rudi Latief dinyatakan lulus dengan IPK 3,98 dan predikat kelulusan pujian (cumlaude). Dia tercatat sebagai doktor ke-847 PPs dan ke-71 Prodi PKLH.(rls)

Loading...

#TRENDING

To Top