ANEKA

Gowa Kabupaten Pertama Tanam Vertiver

GOWA, UPEKS.co.id–Kabupaten Gowa menjadi kabupaten yang pertama kali menindaklajuti arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk melakukan penanaman vetiver atau akar wangi sebagai solusi  pencegahan bencana longsor.

Hal ini disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sebelum melakukan penanaman vetiver atau bersama  Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni dan Jajaran Muspida Kabupaten Gowa di Kelurahan Lanna,  Kecamatan Parangloe, Senin (17/2/2020).

“Ini menindaklanjuti dari perintah bapak Jokowi agar seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk menanam vetiver  sebagai langkah untuk mencegah longsor. Sekaligus memperingati 4 tahun kepemimpinan saya bersama Karaeng  kio (sapaan akrab Wabup Gowa),” jelasnya.

Dijelaskan, tanaman vetiver atau dalam bahasa latinnya vetiveria zizaniodies atau chrisopogan zyzanioidies  merupakan salah satu tanaman yang mampu mencegah terjadinya longsor. Karena vetiver ini memiliki akar  serabut yang kuat sehingga mampu mengikat tanah.

“Tanaman ini memiliki akar yang akan masuk kedalam tanah sepanjang lima meter dan penyebaran akarnya  dalam dan luas. Sehingga ini merupakan salah satu solusi untuk kita yang ada di Kabupaten Gowa. Khususnya  yang memiliki 60 persen wilayah dataran tinggi,” jelasnya.

Loading...

Penanaman vetiver ini kami lakukan secara serentak di 71 desa di 11 kecamatan. Ada sekitar 180.000 bibit yang  akan ditanam, 150.000 bibit vertiver berasal dari Pemkab Gowa dan 30.000 merupakan bantuan dari Balai  Pertanian dan Litbang Kementrian Pertanian RI.

“Untuk Kecamatan Parangloe ini jumlah vetiver yang ditanam sebanyak 14.100 bibit, Tinggimoncong jumlah vertiver
yang 12.850 bibit, Tompobulu 18.000 bibit, Manuju 12.000 bibit, Pattalassang 25.000 bibit, Biringbulu 25.000 bibit,  Bontolempangan 16.000 bibit, Tombolopao 11.000 bibit, Bungaya 22.000 bibit, Bajeng Barat 10.000 bibit, Parigi  14.050, dengan jumlah peserta/penanam sebanyak 20.143 peserta,” urai Adnan.

Selain itu, penanaman vetiver hari ini tiada lain untuk menjaga Kabupaten Gowa yang kita cintai. Pasalnya, pada  tahun lalu kita memiliki pengalaman bencana longsor yang cukup besar dan terjadi di beberapa titik lokasi.

“Olehnya itu, saya berharap pengalaman tahun lalu dijadikan pembelajaran untuk kita semua untuk bisa  menghargai dan menjaga alam, karena kalau kita mampu menjaga alam, Insya Allah Alam pun akan menjaga kita,”  seru orang nomor satu di Gowa.

Sementara, Camat Parangloe Mappatangka melaporkan bahwa untuk di Kecamatan Parangloe, pihaknya  mendapat jatah vertiver sebanyak 14.100 bibit. Bibit ini akan dibagi di 7 (tujuh) wilayah yakni di 5 (lima) desa dan 2  (dua) kelurahan.

“Khusus di Kelurahan Lanna, akan ditanam sebanyak 2.000 bibit dengan total warga yang dilibatkan dalam  penananm ini sebanyak 250 orang dari berbagai unsur, mulai dari pegawai, masyarakat, hingga para pelajar dan  komunitas pencinta alam,” ujarnya. (Sofyan)

Loading...

#TRENDING

To Top