Oknum Camat Diduga Palsukan Dokumen

  • Whatsapp
Oknum Camat Diduga Palsukan Dokumen

Oknum Camat Diduga Palsukan Dokumen

  • Terkait Lahan Pembangunan Bendungan Pamukkulu

TAKALAR,UPEKS– Oknum Camat Polongbangkeng Utara (Polut), M. Rusli diduga melakukan pemalsuan dokumen salah satu pemilik lahan yang akan dibebaskan untuk proyek pembangunan Bendungan Pamukkulu di Desa Kale Ko’mara, Kabupaten Takalar.
Tudingan pemalsuan dokumen lahan tersebut dilontarkan oleh M. Tompo Mappase’leng selaku perwakilan ahli waris lahan milik Mangulabbe Kr. Kio, Minggu (5/1/20).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, Mangulabbe Kr. Kio memiliki lahan di dua lokasi yang berbeda. Lahan seluas 7,25 Hektare (Ha) berada di Romang Lasa, dan lahan 47 Ha di Romang Sapanga. Kedua lahan tersebut terletak di Dusun Ko’mara, Desa Kale Ko’mara.

“Sebenarnya pak Camat ini masih satu keluarga, tapi sepertinya dia mau kuasai sendiri itu lahan. Karena kami coba lakukan komunikasi secara kekeluargaan, tetapi dia (Camat) selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan kalau kita bahas masalah itu,” katanya.

Tak hanya itu, M. Tompo juga menuding M. Rusli diduga menerbitkan surat penyerahan hak atas lahan tersebut pada tanggal 18 Juni 1997, tanpa sepengetahuan para ahli waris. Parahnya lagi, saksi-saksi yang bertanda tangan di surat tersebut beralamatkan di Kecamatan Pattallassang. Sedangkan kedua lahan milik Mangulabbe Kr. Kio berada di Di Desa Kale Ko’mara.

Sementara itu, Camat Polut, M. Rusli yang dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut mengaku siap membuktikan keaslian dokumen lahan tersebut. Ia membenarkan menguasai lahan 7,25 Ha selaku ahli waris dari Mappajaling Kawang, anak laki-laki dari Mangulabbe Kr. Kio. Sedangkan yang 23 Ha di Romang Sapanga dikuasai oleh ahli waris Makkatang Kr Sibali, anak laki-laki dari Mangulabbe Kr Kio.

“Kalau Tompo itu anak dari saudara orang tua kami yang perempuan, namanya Kr Lobo. Suruhmi maju di pengadilan, kasi lihat surat-suratnya kalau dia ada. Karena saya juga ahli waris, itu sunrang (Mahar) dari Bapakku ke mamaku selaku istri kedua. Mereka itu ahli waris dari pihak perempuan, sedangkan bapakku dari pihak laki-laki,” ungkapnya via seluler, Minggu (5/1/20).

Ia mengaku, telah menguasai lahan tersebut sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, Rusli mengaku memiliki surat-surat asli kepemilikan lahan tersebut.

“Dari tahun 2017, saya siap hadapi itu. Surat-surat aslinya ada sama saya. Jadi buktikan surat-suratnya mereka apa, ahli waris dari mana. Karena saya termasuk ahli waris terdekat dari pihak bapakku. Biar na lapor ke Polisi, tidak ada ji juga buktinya,” ujarnya.(rif)