Lantik Dirut PDAM Baru, Hatta Minta Atasi Kebocoran Air

  • Whatsapp
Lantik Dirut PDAM Baru, Hatta Minta Atasi Kebocoran Air
Lantik Dirut PDAM Baru, Hatta Minta Atasi Kebocoran AirMAROS – Bupati Maros HM Hatta Rahman resmi melantik Andi Davied Syamsuddin sebagai Dewan pengawas dan Muh Shalahuddin M sebagai Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung, di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Jumat (31/1/2020).

Pelantikan ini ditandai dengan sumpah jabatan, penandatanganan SK dan pembacaan fakta integritas oleh Dirut PDAM yang dilantik.

Bacaan Lainnya
Hatta Rahman dalam sambutannya berpesan kepada Dirut PDAM yang baru agar bisa fokus pada tantangan PDAM ke depan.

“Kita menyadari tantangan kedepan PDAM adalah sumber air baku dan tingkat kebocoran atau kehilangan air. Sehubungan dengan itu saya berharap Direktur PDAM yang baru Bersama jajarannya nanti melakukan langkah-langkah peningkatan produksi air baku sesuai dengan sumber daya yang ada, menghindari investasi yang tidak perlu, berupaya memperbaiki kebocoran dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” ujar Hatta dalam sambutannya.

Direktur PDAM yang baru saja dilantik mengatakan jika langkah awal yang akan ia lakukan adalah memperbaiki SDM yang ada di internal PDAM, sebab ia mengakui jika efektifitas kerja akan maksimal nantinya jika masing-masing tahu tugas dan fungsi yang harus dilakukan.

“Pertama yang akan kita benahi adalah SDMnya karena kita tahu mereka yang berkerja ini adalah manusia-manusia yang harus tahu dulu tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Hal kedua, masalah yang berulang sejak dulu tentang ketersediaan air, sehingga ini menjadi prioritas kami dimana ketersediaan air di musim kemarau bisa teratasi.
Salah satu yang akan kita lakukan adalah bagaimana menyiapkan kantong-kantong air seperti PTB ini, itu contoh kecilnya” Ujar Shalahuddin yang juga merupakan mantan bendahara PAN Maros ini.

Selain itu, Shalahuddin juga dengan tegas mengatakan akan melakukan negoisasi ulang dengan PDAM Makassar terkait penggunaan air lekopancing. Pengambilan air yang sangat jauh berbeda harus ditinjau kembali.

“Kita akan lakukan negoisasi ulang dengan PDAM Makassar terkait penggunaan air Lekopancing, ini kan terlalu jauh selisih pengambilan kita, Makassar 700 liter perdetik, kita cuman 90 liter perdetik, harusnya kita samalah, atau paling tidak sepertiganya” Tutup Shalahuddin. (alfi).

Pos terkait