Kunker Di Enrekang, Kajati Sulsel Paparkan Keberhasilannya Selamatkan Aset Pemerintah

  • Whatsapp
Kunker Di Enrekang, Kajati Sulsel Paparkan Keberhasilannya Selamatkan Aset Pemerintah

ENREKANG, UPEKS.co.id — Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Dr. Firdaus Dewilmar, SH., M.Hum melakukan Kunjungan Kerja dan Silaturahmi bersama Pemkab Enrekang dan Tokoh Masyarakat, Senin 27 Januari. Kehadiran Kajati didampingi jajaran Kejati Sulsel.

 

Bacaan Lainnya

Rombongan Kajati disambut langsung oleh Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Wabup Enrekang Asman, di pendopo rumah jabatan Bupati.

 

Selain itu hadir pula jajaran forkopimda, Ketua DPRD Enrekang, Sekda Enrekang, Para Pejabat lingkup Pemkab Enrekang, termasuk Camat, Lurah dan Kepala Desa.

 

Bupati saat memberi sambutan mengucapkan selamat datang kepada rombongan Kejati di Bumi Massenrempulu.

 

“Seluruh perangkat pemerintah hingga  tingkat desa antusias atas kehadiran Kajati. Kami sudah lama menunggu kedatangan beliau di Enrekang,” kata MB.

 

Bupati berharap kedatangan Kajati betul – betul dapat dimanfaatkan untuk kelakukan koordinasi dan mempererat sinergitas.

 

Disisi lain  Firdaus mengatakan kehadirannya di daerah penghasil dangke ini, selain bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab, juga sekaligus monitoring Kejari Enrekang.

 

Ia juga memaparkan sejumlah pencapaian Kejati Sulsel, selama ia menjabat. Diantaranya keberhasilan Kejati ‘menyelamatkan’ aset Pemerintah hingga Rp15 triliun. Seperti Stadion Mattoanging, Barombong, hingga Makkassar New Port.Ia juga menjelaskan instruksi Jaksa Agung dan Kapolri, agar kasus yang ditangani Kejaksaan benar-benar yang berkualitas.

 

“Tidak boleh ada kriminalisasi, tebang pilih, dan kasus pesanan,” tegasnya.Kajati juga menyinggung mengenai dibubarkannya TP4D. Meski bubar, kata Firdaus, fungsi pengawalan tetap dilaksanakan.

 

“Terakhir, kita membutuhkan sinergitas, kolaborasi dan kordinasi dengan baik antar lembaga. Pada muaranya, tercipta iklim perekonomian yang baik untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

 

Acara itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Perwakilan Apdesi, Bagian Hukum, Bappeda, hingga jurnalis nampak mengajukan sejumlah pertanyaan. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan doorstop interview. ( Sry )

Pos terkait