Genjot Populasi Sapi, Pemda Sinjai Akan Ciptakan Industri Sapi

  • Whatsapp
Genjot Populasi Sapi, Pemda Sinjai Akan Ciptakan Industri Sapi

Genjot Populasi Sapi, Pemda Sinjai Akan Ciptakan Industri Sapi

SINJAI, UPEKS.co.id—Guna meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sinjai, khususnya di bidang peternakan. Bupati Sinjai Andi Seto Asapa sangat mengharapkan Kabupaten Sinjai, bukan hanya sebagai daerah pengembangan sapi akan tetapi Bupati juga ingin membangun industri sapi di Bumi Panrita Kitta ini.

Bacaan Lainnya

“Harapan ini tidak muluk-muluk sebab Sinjai dikenal sebagai salah satu daerah produksi ternak sapi di Sulawesi Selatan, hingga saat ini populasi sapi di Sinjai mencapai 100 ribu ekor dan menjadi penyuplai sapi ke daerah lain,” ujarnya saat menyerahkan secara simbolis bantuan ternak sapi kepada 20 kelompok tani yang ada di Sinjai yang berlangsung di Desa Kampala kecamatan Sinjai Timur, beberapa waktu lalu.

Andi Seto mengungkapkan berbagai upaya terus dilakukan untuk mencapai impian ini salah satunya dengan menambah populasi ternak sapi di Sinjai. Selama lima tahun kedepan dirinya menargetkan populasi sapi di Sinjai mencapai 150 ribu ekor.

Berbagai program yang direncanakan seperti memberikan bantuan bibit sapi kepada kelompok tani dengan memanfaatkan sumber anggaran baik dari Pemerintah kabupaten, Provinsi hingga bantuan dari Kementerian Pertanian RI.

Selain itu program lain untuk menunjang pengembangan sapi potong di Sinjai melalui program asuransi ternak secara gratis yang telah dilaksanakan mulai tahun 2019 lalu serta program inseminasi buatan (IB) yang hingga saat ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Dengan jumlah sapi yang besar di kemudian hari, saya punya harapan kita bisa bangun industri sapi potong, nanti  kita mengundang investor untuk berinvestasi membangun rumah Potong hewan yang lebih modern dari yang kita miliki sekarang.

Sehingga nantinya sapi yang ada di Kabupaten Sinjai ini bisa kita jual keluar bukan cuma dalam bentuk sapi hidup  tetapi bisa dalam bentuk daging beku,” jelasnya.

Lanjut Andi Seto mengatakan, sebagian daerah di Indonesia masih kekurangan daging sapi sehingga negara kita  masih melakukan impor daging dari negara lain, namun disisi lain daging sapi kita melimpah.

“Tidak bisa dipungkiri saat ini masih banyak masyarakat kita menjadikan sapi sebagai aset cadangan yang  sewaktu-waktu bisa dijual jika membutuhkan uang, namun jika kita sudah bangun industrinya, Insya Allah masyarakat kita akan terdorong bagaimana memelihara sapi secara profesional, ” ujar Bupati dihadapan para
kelompok tani.

Olehnya itu Andi Seto berharap kepada kelompok tani yang menerima bantuan memiliki kemampuan dan inovasi  dalam mengembangbiakkan sapi peliharaan sehingga tujuan yang ingin dicapai bukan hanya menambah populasi  ternak sapi di Sinjai akan tetapi kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat. (egy)

Pos terkait