Fakultas Farmasi UIT Seminar Nasional, Kadis Kesehatan Apresiasi

  • Whatsapp
Fakultas Farmasi UIT Seminar Nasional, Kadis Kesehatan Apresiasi

Fakultas Farmasi UIT Seminar Nasional, Kadis Kesehatan Apresiasi

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur (UIT) gelar Seminar Nasional di Swiss  Bel in Makassar, Sabtu (25/1). Kegiatan yang dihadiri 500 peserta dan mendapat apresiasi positif dari Kadis  Kesehatan Provinsi Sulsel itu mengusung tema “Menakar Potensi Herbal Indonesia berbasis Riset”.

Bacaan Lainnya

Narasumber, Prof.Dr.Gemini Alam, M.Si, Apt, (Menakar Potensi Herbal Indonesia Berbasis Riset), Yusnita Rifai  M.Pharm, Ph.D, Apt (Penemuan dan pengembangan obat baru dari senyawa aktif tanaman Herbal Indonesia).

Pemateri lain, Dr.Anna Khuzaimah, M.Kes (Konsep Herbal Indonesia), Prof.dr.H.Veni Hadju, M.Sc, Ph.D (Metode  Pengembangan Herbal dalam Perspektif Kedokteran), Salman, S.Si, M Si, Apt (Peran IAI dalam pengembangan  produk bahan alam yang berkhasiat obat).

Seminar yang dipandu Ajeng Kurniati R.S.Si, M.Kes, Apt. diselenggarakan IKA Farmasi UIT kerjasama Fakultas  Farmasi UIT dan Bank Mandiri.

Hadir Rektor UIT Dr.Andi Maryam, S.ST, SKM, M.Kes, Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel Dr.dr. H.M.Ichsan Mustari,  MH.M, Wakil Rektor (WR) II Hj. Lismayana, S.Sos, M.Si, WR III Muhammad Khaerul, S.Farm, M.Kes, Wakil Dekan  Farmasi Ajeng Kurniati, S.Si, M.Kes, Apt, Ketua Prodi Farmasi Syafruddin, S.Si, M.Kes, Dosen, Alumni Farmasi
dan Mahasiswa.

Rangkaian kegiatan, Launching kartu Alumni UIT dari Bank Mandiri diwakili Indra Purnama Rahman menyerahkan  Kartu IKA ke Rektor UIT dan IKA Farmasi

Rektor UIT Dr. Andi Maryam, S.ST, SKM, M.Kes mengatakan, reuni yang dirangkaikan berbagai kegiatan dan  terlaksana sangat kami apresiasi. Ini contoh bagi prodi yang lain, karena UIT miliki 22 Prodi dimana 6 Fakultas  Kesehatan.

Dikatakannya, alumni Farmasi ada jadi dosen, anggota DPR dan yang hadir ini merupakan alumni yang sudah jadi. Universitas tidak lagi dituntut berapa ribu mahasiswa mendaftar, tapi berapa persen yang terserap bekerja di  dunia luar.

Sekarang tuntutan kerja, karena untuk akreditasi mulai tahun ini sudah berlaku 25 tahun, jadi insya Allah Fakultas  Farmasi ini diakreditasi sudah OTW akreditasi itu berlaku 25 tahun mudah-mudahan nilainya minimal B.

Kegiatan ini juga dimaksudkan menyebarkan informasi kepada masyarakat bahwa UIT eksis dan menghasilkan  alumni-alumni berkualitas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel diwakili Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr.dr. H.M.Ichsan Mustari, MH.M  mengucapkan selamat atas penyelenggaraan workshop, seminar nasional, temu alumni dan pengabdian  masyarakat secara bersamaan.

”Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena akan berdampak pada peningkatan pengetahuan,  peningkatan wawasan, serta terjaminnya silaturahim melalui temu alumni dan seperti ini akan mendukung  pengembangan wawasan serta kompetensi seorang tenaga Farmasi,” ujarnya.

Di negara-negara maju maupun berkembang, upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan termasuk  pelayanan Farmasi menghadapi tantangan baru.

Biaya pelayanan kesehatan terus meningkat, terbatasnya sumber  daya finansial, langkanya tenaga profesional di sektor kesehatan, sistem kesehatan yang tidak efisien, timbulnya  penyakit-penyakit baru serta adanya perubahan Sosial, kata kadis. (rls).