Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulsel Lampaui Nasional

  • Whatsapp
Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulsel Lampaui Nasional

MAKASSAR, Upeks.co.id–Hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2019, baru-baru ini, capaian Provinsi Sulsel 75,70 persen, hasilnya berada diatas rata-rata nasional yakni 73,83 persen.

Hal tersebut diungkap Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Anwar Abubakar pada acara Ramah Tamah yang menjadi penutup rangkaian Kegiatan HAB Tingkat Kemenag Sulsel, di Asrama Haji Sudiang Makassar, Ahad, 5 Januari 2020.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, mantan Kankemenag Bantaeng dan Gowa ini, menyampaikan kesyukuran atas capaian tersebut. Salah satu indikatornya, kata dia, nilai-nilai budaya dengan kearifan lokal Sipakatau, Sipakainge’, Sipakalebbi sangat dijunjung.

“Saya yakin empat suku di Sulsel yakni Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar memiliki budaya tersebut. Tentu dengan bahasa masing-masing tapi tujuannya sama, “ungkapnya.

Gubernur Sulsel HM. Nurdin Abdullah, mengapresiasi kerja bersama keluarga besar Kementerian Agama Sulsel atas pencapaian prestasinya selama ini, utamanya terkait Indeks KUB yang memperoleh nilai tinggi di Sulsel.

“Kerukunan antar umat ini penting karena menjadi faktor utama dalam mendongkrak perkembangan dan kemajuan ekonomi bagi rakyat dan daerah kita,” ucapnya.Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulsel Lampaui Nasional

Sebelumnya, Kementerian Agama ( Kemenag) merilis indeks kerukunan umat beragama tahun 2019, Rabu (11/12/2019). Berdasarkan rilis Kemenag, indeks kerukunan umat beragama (KUB) di Indonesia tahun 2019 berada pada angka 73,83 persen.

Dari data indeks KUB tersebut, diketahui pula bahwa provinsi dengan indeks toleransi tertinggi adalah Papua Barat yang mencapai angka 80 dan masuk kategori sangat tinggi. Sementara itu, Provinsi Aceh memperoleh nilai terendah di antara provinsi lain dengan nilai 60.

Ketua Tim Survei dari Badan Litbang Diklat Kemenag Adlin Sila, indeks meningkat dibanding 2018 Terkait angka KUB 2019 sebesar 73,83, Adlin mengatakan, angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018. Metode yang digunakan adalah metode Multistage Clustered Random Sampling. Melibatkan 400 responden di setiap provinsi di Indonesia. (*)