BAZNAS dan PLN Unit Enrekang Beri Listrik Gratis 55 Keluarga Miskin

  • Whatsapp
BAZNAS dan PLN Unit Enrekang Beri Listrik Gratis 55 Keluarga Miskin
Baharuddin
BAZNAS dan PLN Unit Enrekang Beri Listrik Gratis 55 Keluarga Miskin
Baharuddin

ENREKANG,UPEKS.co.id— Baznas Enrekang kerjasama PT PLN (Persero) Unit Area Enrekang memberikan
bantuan instalasi listrik gratis untuk 55 orang keluarga fakir miskin di Wilayah Enrekang.

Bantuan ini diberikan melihat tingginya laporan dan permintaan masyarakat yang belum punya listrik, sehingga  BAZNAS Enrekang menginisiasi kerjasama PLN unit area Enrekang.

Bacaan Lainnya

“Ternyata di respon baik, karena ada program sosial secara rutin juga diadakan pihak PLN. Sangat sejalan program BAZNAS Enrekang, membantu orang lemah dan kurang mampu,” ujar Pimpinan Baznas
Enrekang,Baharuddin.

Dia mengatakan, awalnya pihak Baznas menawarkan kerjasama pembayaran zakat bagi karyawan PLN dan  pemanfaatan dana CSR PLN untuk di kelola bersama BAZNAS Enrekang.

Tenyata dana zakat mereka sudah terkumpul setiap bulan melalui Yayasan Lembaga Zakat PLN, dan itulah yang  dimanfaatkan PLN kerjasama BAZNAS Enrekang.

Terpisah Kepala Unit PLN Area Enrekang, H. Andar mengatakan, PLN senang dan siap bekerjasama. Selama ini  dana sosial PLN yang disalurkan berbasis data terpadu kemiskinan dari Dinas Sosial dan kadang datanya tidak  valid.

“Saya lihat data kemiskinan BAZNAS Enrekang valid dan betul betul miskin dan perlu dibantu, dana sosial PLN dikelola oleh yayasan PLN sendiri dan dengan manajemennya tersendiri. Kebetulan kami dibawahi PLN cabang  Pinrang. Waktu ada pertemuan dengan pihak manajemen yayasan, mereka sangat respon, bahkan menjanjikan
lebih banyak 300-500 rumah jika Baznas Enrekang serius dan betul betul data miskinnya valid, Ujar H.Andar

Bantuan tersebut sangat relevanUU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pasal 74 Ayat (1) Perseroan  yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib  melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Ayat (2) Tanggungjawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban  perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan  dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.

Ayat (3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi  sesuai peraturan perundang-undangan. Ayat (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggungjawab sosial  dan lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Kedua, Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 2012 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan  Terbatas.

PP ini merupakan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan  Terbatas.

Ketiga, UU No. 25 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 Setiap penanam modal berkewajiban (b) Melaksanakan
tanggungjawab sosial perusahaan. (d) Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha  penanaman modal. (Sry).

Pos terkait