ANEKA

Muslimin Bando: Mutasi Hal Yang Dinamis, Tak Puas Boleh Menghadap

ENREKANG,UPEKS.co.id– Selama Januari 2020 setidaknya Bupati Enrekang Muslimin Bando telah melakukan
tiga kali pelantikan pejabat lingkup Pemda.

Pelantikan tersebut dilakukan ditiga tempat terpisah. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Aparatur Sipil Negara
Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lingkungan pemkab yang berlangsung di Kantor Bupati Enrekang, Jumat  (17/1/2020).

Pelantikan kedua dilakukan di pelataran Patung Sapi. Bupati melantik Camat dan Lurah, Selasa, (21/1/2020).

Selanjutnya, yang ketiga bupati Pengukuhan,Pengangkatan dan Pemindahan Pejabat Administrator dan Pejabat  Pengawas lingkup pemkab, Rabu (22/1/2020) di area Obyek Wisata Seputar Wilayah Sungai Saddang atau yang  populer dengan sebutan Swiss.

Bupati mengatakan, sengaja dipilih tempat dan lokasi yang berbeda untuk menghilangkan kejenuhan karena  selama ini pelantikan dominan dilakukan di kantor bupati.

Loading...

Selain ini Bupati ingin suasana pelantikan dilakukan di ruang terbuka agar masyarakat bisa menyaksikan dan  melihat secara langsung siapa yang dilantik dan seperti apa proses jalannya pelantikan tersebut.

“Sengaja kita melakukan pelantikan di ruang terbuka, terutama diarea Obyek Wisata agar kita juga bisa menikmati  keindahan alam kita. Kita juga secara tidak langsung telah memperlihatkan kepada orang lain kalau di Enrekang  juga ada tempat yang indah untuk berwisata” kata Bupati.

Dihadapan 194 Administrator dan Pengawas yang telah dikukuhkan Muslimin Bando mengatakan pergeseran dan  pelantikan pejabat hal yang dinamis. Kapanpun bisa dilakukan sepanjang tak melanggar aturan.

“Pengukuhan dilakukan karena adanya perubahan Nomenklatur OPD. Aturan yang meminta kita untuk melakukan  hal itu. Saya tahu, pastilah dalam mutasi tersebut banyak menuai pertanyaan” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, dia bisa saja melakukan mutasi beberapa kali kepada satu orang, jika ternyata ada kekeliruan yang dilakukan dalam proses mutasi tersebut.

“Saya juga meminta agar kita sama – sama menjalankan aturan, bahwa pejabat tidak boleh menduduki jabatannya  lebih dari lima tahun. Jadi jangan ada pejabat yang bertahan terus ditempatnya, kita harus roling agar ada  penyegaran”tambahnya.

Dia bahkan meminta agar pejabat yang tak puas dengan tempatnya untuk menghadap bupati dan mengungkapkan  ketidakpuasanya itu.

“Yang tidak puas dengan jabatan barunya silahkan ungkapkan kepada saya, bilang dengan tegas kalau tidak bisa  bekerja dengan baik di tempat yang baru atau merasa tidak cocok disana. Selanjutnya saya akan katakan selamat  tinggal untuk orang seperti itu,” tegasnya. (Sry).

Loading...
Loading...

#TRENDING

To Top