ANEKA

Seleksi Berkas Calon Direksi PERUMDA Air Minum, Bersifat Kumulatif, 16 Penuhi Syarat

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Setelah melalui penelitian, pemeriksaan serta verifikasi faktual terhadap seluruh
berkas calon Direksi PERUMDA Air Minum Kota Makassar periode 2020-2025, baik persyaratan umum, khusus  dan persyaratan lainnya yang bersifat kumulatif, calon yang memenuhi syarat 16 orang.

Dari jumlah itu, termasuk calon dari partai politik yang memenuhi syarat, karena menyertakan surat keterangan dari  pimpinan partai politik yang bersangkutan, sudah tidak lagi menjadi pengurus parpol dan pencabutan kartu tanda  anggota.

Hal tersebut ditegaskan salah seorang anggota tim seleksi Calon Direksi PERUMDA Air Minum Kota Makassar  Periode 2020-2025, Munadhir Mubarak, dalam press release yang dikirim ke redaksi, Rabu (15/1).

“Setelah melalui pemeriksaan dan verifikasi faktual, calon Direksi lulus berkas hanya 16 calon pelamar,” tegas  Nadhir.

Menurutnya, informasi dan berita yang selama ini beredar nama nama calon, baik di media cetak maupun media  sosial lainnya, baru sebatas hasil check list dari tim sekretariat penerima berkas calon yang menyampaikan kepada  salah satu anggota tim seleksi. Itu berkasnya belum penelitian, pemeriksaan dan verifikasi faktual secara  mendetail dan melalui penelusuran.

Setelah penelitian secara ketat, dari 28 pelamar calon direksi, hanya 16 calon dinyatakan bersyarat dan lulus  berkas karena persyaratannya bersifat kumulatif, ujarnya.

Calon dan/atau pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Diantaranya ada tak ditandatangani surat  keterangan Pengadilan Negeri oleh pejabat berwenang, tidak melengkapi surat pernyataan lengkap, pengalaman  kerja yang menimbulkan conflik of interest karena ditandatangani dan dibuat istri.

Loading...

Selain itu, ada pengalaman kerja yang sama sekali tidak terkait dengan perusahaan tapi tidak lebih dari keterangan  dari lembaga pendidikan yang bukan merupakan sebuah perusahaan.

Tim seleksi juga lebih mengutamakan calon yang sudah memiliki sertifikasi air minum, seperti yang diatur dalam  peraturan oerundang-undangan, baik PP, Permendagri maupun Perda. Karena Perumda Air Minum Kota  Makassar adalah ikon perusahaan air minum di Sulsel, bahkan di Indonesia Timur, yang harus benar benar
dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dibidang Perusahaan Air Minum.

Terkait ada keberatan dari salah seorang calon atau pelamar, Kartia Bado, Nadhir menegaskan, yang  bersangkutan, mantan Direksi PDAM periode sebelumnya.

”Seandainya PDAM belum berubah bentuk kelembagaannya menjadi Perumda Air Minum Kota Makassar, Kartia  Bado bisa lulus berkas di usia meskipun sudah lewat dari 55 tahun seperti dipersyaratkan dalam aturan  perundang undangan,” ujarnya.

PDAM sudah berubah bentuk hukum menjadi Perumda yang diatur Perda Nomor 7 Tahun 2019  tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar, maka Kartia Bado adalah pendaftar untuk pertama  kalinya yakni usia 55 tahun dan/atau tidak menyentuh di angka usia 56 tahun, tambahnya.

Oleh karena itu seluruh pendaftar/pelamar adalah calon pertama kalinya untuk Calon Direksi PERUMDA Air  Minum Kota Makassar periode 2020-2025, termasuk yang bersangkutan.

“Tim seleksi yang terdiri dari pamong pemerintahan, akademisi, pers dan NGO, tetap konsisten pada peraturan  perundang undangan serta tetap menjaga harkat dan martabatnya, sebagai wujud dari pertanggungjawaban  publik. tim seleksi Calon Direksi PERUMDA Air Minum Kota Makassar benar benar bekerja profesional,”
tandasnya.

Dikatakannya, terutama dalam mengawal proses seleksi dan tahapan menjaring Calon Direksi yang terbaik demi  terciptanya good corporate governance , maju dan berkembang guna meningkatkan pendapatan asli daerah  pemerintah Kota Makassar dan Perumda Air Minum Kota Makassar itu sendiri,” jelas Nadhir. (rls).

Loading...
Loading...

#TRENDING

To Top