ANEKA

Kajati Ingatkan Pejabat Baru Tidak Bermain Politik

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar melantik tiga Kepala  Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Sulsel, di kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Selasa (14/1/20).

Selain tiga Kajari di Sulsel diganti, dua pejabat lainnya turut diganti. Mereka adalah Wakil Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Adapun Kajari dan pejabat baru Kejati yang dilantik, yakni Wakil Kejaksaan Tinggi Sulsel Risal Nurul Fitri, Asisten Intelijen Drs Yohanes Gatot Iriyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai Ajie Prasetya, Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep Surasbiono, Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang Yusuf Samalong

Sementara pejabat lama yang diganti yakni Wakajati Sulsel Gerry Yasid, Asisten Intelijen Hermon Dekristo, Kajari Pangkep Firmansyah Subhan, Kajati Sinjai Noer Adi dan Kajari Enrekang Emanuel Ahmad.

Loading...

Ditanyai terkait pergantian tiga Kajari tersebut, Firdaus Dewilmar mengaku hanyalah sebuah dinamika organisasi.  Kata dia organisasi setiap saat dapat melakukan penyegaran, sehingga harapannya siapapun yang menjabat dapat menjalankan roda organisasi dengan amah.

“Ini dinamika setiap organisasi. Ini juga kebutuhan setiap organisasi termasuk institusi kejaksaan, ” kata Firdaus  usai melantik pejabat tersebut.

Tak hanya itu dalam rangka menghadapi Pilkada serentak, Firdaus mengingatkan agar Jaksa termasuk para  Kajari untuk tidak mencoba-coba terlibat dalam politik.

Kajati bergelar doktor tersebut mengatensi seluruh pihak dijajarannya, termasuk para pimpinan didaerah (Kajari)  untuk tidak mencoba-coba bermain politik. Kata dia, penanganan perkara berkualitas adalah harga mati, baik itu  perkara pidum dan pidsus.

“Saya tegaskan jangan ada Jaksa utamanya Kajari yang coba coba terlibat dalam politik, kita akan periksa dan kita  akan sanksi,” ungkap Firdaus.

Menurutnya Jaksa haruslah bekerja profesional, hal tersebut sudah ditegaskan oleh pimpinan Kejaksaan dalam  hal ini Jaksa Agung selaku pimpinan tertinggi.

“Pimpinan sudah tegas-tegas menyatakan agar Jaksa bekerja profesional, dimana penanganan perkara diminta  tidak ada yang berbau kriminalisasi, tidak berbau politik,” tutupnya.(Jay)
4 Attachments

Loading...
Loading...

#TRENDING

To Top