SULAWESI SELATAN

Baznas Enrekang Sosialisasi Zakat Kepada 22 Kades di Maiwa

ENREKANG, UPEKS.co.id –Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Enrekang terus melakukan Sosialisasi zakat kepada selurih masyarakat Enrekang. Kali ini secara khusus Baznas menyasar Kepada seluruh Kepala Desa yang tersebar di Kecamatan Maiwa.

 

Sebanyak  22 orang  Kepala Desa ditambah dengan segenap aparat dan sekertaris desa sekira 50 personil, total peserta berjumlah 72 orang mendapatkan Sosialisasi Zakat dari Baznas Enrekang. Selain itu hadir pula Camat Maiwa, Muh. Alwi serta perwakilan dari Koramil dan Kapolsek Maiwa.

 

Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Maiwa, (14/01/2020). Selain itu acara,ini juga dihadiri Pimpinan Baznas Enrekang Baharuddin dan Ilham Kadir.Ilham Kadir saat memberi sambutan, menekankan pentingnya membangun budaya berbagi.

 

“Zakat, infak, dan sedekah sesungguhnya hanya sebagai jalan untuk berbagi antar sesama. Hidup ini akan terasa bermakna jika kita bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana pesan Nabi, Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lain,” terangnya di hadapan para Kepala Desa.

 

“Dan kita ini bersyukur, sebab diberi waktu, jabatan, dan kesehatan, bahkan harta untuk kita saling berbagi antar sesama, terutama para kepala desa, sebuah kedudukan yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat menegakkan syariat agama, termasuk zakat”. Tambah Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang itu.

 

Sementara itu, Baharuddin, salah satu Pimpinan Baznas Enrekang mengatakan sejak tahun 2019 sekitar 70 persen sudah membayar Zakat melalui Baznas.

 

“Kita ingin agar semua Kepala Desa beserta perangkapnya menjadikan zakat ibadah yang membudaya, contohnya zakat fitrah. Ke depan, budaya zakat fitrah akan sama dengan zakat harta,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece.

 

Salah satu Kepala Desa Matajang, Puang Karman menyatakan sangat mendukung adanya Peraturan Bupati Tentang Kewajiban Berzakat untuk Kepala Desa dan Perangkapnya.

 

“Saya sangat mendukung perintah zakat, infak dan sedekah ini, sebab selama ini kami di Desa Matajang sudah lama dan turun temurun menghidupkan dan membudayakan semacam infak sukarela dari warga untuk kemaslahatan bersama, jadi kita cukup mengubah namanya saja jadi zakat, infak atau sedekah,” paparnya penuh antusias.

 

Selain itu, Puang Karman menekankan bahwa dia dan aparatnya siap untuk menjadi contoh dan pelopor budaya zakat di tempatnya.

 

“Apa salahnya kita sisihkan sebagian harta kita, kan yang menikmati juga orang-orang di sekitar kita,” tutupnya.(Sry).

Loading...

#TRENDING

To Top