ANEKA

Pembobol Counter Lintas Provinsi Ditangkap Polisi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Personel Kepolisian Soktor (Polsek) Ujung Tanah, Polres Pelabuhan Makassar,
berhasil menangkap pelaku pembobol counter pulsa lintas provinsi.

Pelaku yakni Illang alias Buncis (23), berhasil ditangkap personel Polsek Ujung Tanah di rumahnya di Jl Abu Bakar  Lambogo. Pelaku ditangkap setelah membobol counter pulsa milik H Najamuddin di Jl Sabutung.

Panit I Reskrim Polsek Ujung Tanah, Ipda Baharuddin mengatakan, pelaku ditangkap setelah melakukan aksinya  di Jl Sabutung, 22 November lalu. Pelaku melalukan aksinya bersama Arifuddin alias Karca.

“Salah satu pelaku yakni Illang alias Buncis merupakan residivis pencurian. Tiga bulan lalu, pelaku juga pernah  beraksi di Soroako, ” kata Ipda Baharuddin didampingi Paur Humas Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Tumiar,  Rabu (18/12/19).

Hosting Unlimited Indonesia

Baharuddin menjelaskan, saat beraksi di counter pulsa di Jl Sabutung, Illang bersama Arifuddin. Peran kedua  pelaku ini berbeda. Illang yang berperan membobol counter dan Arifuddin selaku pemantau situasi.

“Jadi yang masuk mengambil barang milik korban itu adalah Illang. Sedang Arifuddin memantau situasi di luar  counter, ” jelas Ipda Baharuddin saat merilis kasus tersebut di Polsek Ujung Tanah.

Saat berhasil masuk ke counter pulsa tersebut lanjut Baharuddin, pelaku berhasil mengambil puluhan unit  handpone. Termasuk juga tas milik korban yang berisikan uang tunai Rp 1,9 juta.

“Uang tunai itu langsung dibagi dua. Sementara Handphone yang berhasil diambil itu sebagian dijual dan tinggal  enam unit berhasil kita sita, ” lanjut Baharuddin.

Baharuddin menerangkan, pelaku berhasil membobol counter pulsa tersebut menggunakan obeng, berawal saat  korban hendak berangkat salat subuh di mesjid. Namun, pada saat berangkat ke mesjid, pelaku melihat korban  keluar counter.

“Dari situ, pelaku kemudian berniat untuk mencuri do counter korban. Pelaku pun berhasil membobol counter  pulsa korban menggunakan obeng dan mengakibatkan korban merugi Rp 20 juta, ” terangnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun penjara.  (Jay)

#TRENDING

To Top