Antisipasi Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kg, Pemkab Terbitkan Perbup

  • Whatsapp
Antisipasi Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kg, Pemkab Terbitkan Perbup

 

GAntisipasi Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kg, Pemkab Terbitkan PerbupOWA, UPEKS.co.id — Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga gas LPG 3 kilogram (Kg) menjelang Natal  dan Tahun Baru 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Gowa
Nomor 44 Tahun 2019 Tentang Harga Enceran Tertinggi (HET) pada Gas LPG 3 Kg.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H. Muchlis mengatakan, aturan tersebut dikeluarkan agar harga Gas LPG 3  Kg bagi masyarakat tetap stabil terutama saat memasuki Natal dan Tahun Baru. Selain itu untuk memproteksi  bahwa persedian Gas LPG 3 Kg betul-betul diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dari segi ekonomi.

“Kedepan kami berharap ketersediaan Gas LPG 3 Kg yang memang disubsidi untuk masyarakat kurang mampu  dapat mereka dapatkan sesuai kebutuhannya. Kedepan kita akan komitmen agar seluruh ASN tidak lagi  menggunakan gas bersubsidi ini dan beralih ke Bright Gas,” katanya saat dikonfirmasi usai memimpin High Level  Marketing (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggi Mae, Rujab Bupati  Gowa, Selasa (17/12/2019).

Olehnya, dalam hal ini, pihaknya meminta agar seluruh camat dapat mengambil database terkait jumlah maupun  lokasi agen maupun pangkalan di wilayahnya masing-masing. Kemudian di awasi apakah HET yang ditawarkan  diluar dari aturan yang ditetapkan atau tidak.

“Kita pun berharap agar agen dan pangkalan melakukan transparansi bahwa dirinya adalah agen maupun  pangkalan yang resmi. Termasuk dapat mengidentifikasi siapa-siapa yang dapat dan tepat mendapatkan layanan  pembelian Gas LPG ini,” katanya

Sementara, bagi masyarakat di lapangan jika menemukan harga yang tidak sesuai dalam aturan maka  diperintahkan untuk melaporkan langsung kepada pihak terkait.

Baik melalui pemerintah kecamatan, pemerintah  kelurahan, hingga layanan pengaduan yang disiapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispedastri) Gowa.

Ia menyebutkan untuk HET Gas LPG 3 Kg yang ditetapkan dalam aturan yakni HET pada agen ke pangkalan di  wilayah dataran rendah sebesar Rp16.000/LPG sementara HET pada agen ke pangkalan di wilayah dataran tinggi  sebesar Rp18.000/LPG.

“Ini harus dipendomani oleh agen dan pangkalan karena apabila ada yang melampaui harga itu maka akan  ditindaki. Berbeda jika telah keluar dari pangkalan karena memang ada yang namanya biaya angkut sehingga ada  perhitungan lain,” tegasnya.

Sementara, terkait ketersediaan pasokan pangan dalam rangka mengendalikan inflasi jelang Natal dan Tahun  Baru, Pemkab Gowa telah melakukan berbagai upaya. Mukai dari memastikan ketersediaan stok pangan,  mengecek distribusi yang bisa memicu kenaikan harga dan lainnya.

“Secara umum harga semua komoditas yang ada masih dalam batas wajar. Kami akan berupaya agar bagaimana  harga dari beberapa komoditas masih dapat dijangkau masyarakat dengan mudah,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama Direktur Grup Divisi Advisory & Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Sulsel Endang Kurnia Saputra menyebutkan, kondisi ekonomi Sulsel masih tetap kuat dan ini karena dipengaruhi peran seluruh pemerintah kabupaten/kota salah satunya Kabupaten Gowa.

“Kami berupaya agar peningkatan inflasi di Sulsel dapat tetap berada di angka 3,5 persen,” harapnya.

Pihaknya pun berkomitmen akan membantu Pemkab Gowa dalam mengantisipasi kebaikan harga jelang Natal dan  Tahun Baru melalui pasar murah.

“BI siap memberikan bantuan paket sembako untuk masyarakat dengan ekonomi berpenghasilan rendah,”  ujarnya. (sofyan)

Pos terkait