SULBAR - SULTRA

Kepala Syahbandar Kolaka Hasfar; Arus Mudik Cukup Meningkat 

KOLAKA, UPEKS.co.id–Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai(KPLP) Syahbandar Kolaka Hasfar, menjelang akhir tutup tahun arus mudik yang menggunakan sarana transportasi laut melalui pelabuhan kapal Ferry Kolaka tujuan pelabuhan Ferry Bajoe Bone Sulsel cukup meningkat.

Hasfar bersama jajarannya yang turun langsung melakukan pengawasan terhadap arus mudik yang menggunakan bus angkutan umum antar provinsi maupun kendaraan pribadi serta penumpang tanpa menggunakan kendaraan.

Kepada awak media Hasfar menjelaskan telah berupaya agar tidak ada penumpang yang terlantar di pelabuhan. Mengantisipasi hal itu pihaknya mendatangkan kapal yang dari Bajoe untuk menambah trip pelayaran.

“Kita pastikan tidak ada penumpang yang terlantar,”ungkap Hasfar di pelabuhan Kolaka pada(31/12/19).

Dikatakannya pemberangkatan penambahan kapal trip ini diluar jadwal. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang di pelabuhan.

“Kita prihatin jangan sampai ada  penumpang harus bermalam di pelabuhan,”ujar Hasfar. Meski demikian kata Hasfar saat kapal tambahan sudah mau diberangkatkan sudah ada empat bus dengan jumlah penumpang 289 orang. Tetapi masih ada dua bus yang tertinggal dengan jumlah penumpang sekira 70 orang.

 “Jadi kalau yang dua bus ini tetap dinaikkan semua maka yang terjadi adalah over kapasitas. Entah kesepakatan siapa sehingga bus yang sudah ada di atas kapal turun kembali,”ujarnya.

Meski demikian kapal tetap berangkat untuk melayani penumpang agar bisa semuanya tiba ditujuan dengan selamat. Sebagai Konsekuensinya akibat turunnya kembali empat bus dari atas kapal yang tidak jadi berangkat, maka dirinya secara pribadi harus mengganti rugi membayar bagasi sebesar Rp 19 juta kepada pihak perusahaan kapal Ferry.

“Jadi sebagai konsekuensinya saya harus mengeluarkan uang pribadi untuk membayar bagasi kepada pihak pemilik kapal Ferry sebesar Rp 19 juta, karena kapal trip itu inisiatif kami untuk melakukan agar tidak ada penumpang terlantar,”tutur Hasfar.

Pria kelahiran Bulukumba Sulsel ini menegaskan bahwa apapun bentuknya, keselamatan pelayaran dan kenyamanan penumpang harus lebih prioritas utama.

Untuk itu sejak dirinya bertugas di pelabuhan Kolaka banyak hal-hal yang sifatnya merugikan penumpang telah dibenahi. Meski demikian Hasfar berharap adanya saling kordinasi dengan semua pihak-pihak yang berwenang di dalam pelabuhan Ferry Kolaka, agar semuanya bisa berjalan lancar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.(pil)

Loading...

#TRENDING

To Top