ANEKA

Munas IKAMI Sulsel XVIII di Jakarta, Rahmat Al Kafi Jadi Ketum

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Musyawarah Nasional Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Sulawesi Selatan (Munas
IKAMI Sulsel) XVIII di Jakarta berakhir dan menetapkan Rahmat Al Kafi sebagai Ketua Umum IKAMI Sulsel. Munas
Dihadiri 29 cabang penuh IKAMI Sulsel dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Saat muncul kandidat Rahmat Al Kafi, kader dari IKAMI Cabang Malang dan Darwis Embong Bulan, kader dari  IKAMI Cabang Jakarta. Keputusan Munas berdasarkan suara forum, dimenangkan Rahmat Alkafi,” ujar Presidium  Sidang I Munas IKAMI Sulsel XVIII, Wiranto Embong Bulan usai menutup Munas IKAMI Sulsel XVIII di Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Dari 29 cabang yang menentukan pilihannya, 12 suara memilih Rahmat Al Kafi, 10 suara memilih Darwis Embong Bulan, dan 7 suara memilih abstain.

Ke-29 Cabang tersebut memilih melanjutkan Munas XVIII IKAMI Sulsel di Jakarta karena pada pelaksanaan Munas  di Cileungsi, Bogor tercoreng dengan penunjukkan secara sepihak M. Iqra Zulfikar Wisnu yang notabene  merupakan kader aktif partai politik. Terlebih Fikar ditunjuk oleh Steering Committee (SC) dan bukan presidium  sidang.

“Kelanjutan Munas IKAMI di Jakarta ini berlangsung dengan konstitusional, karena Munas yang sebelumnya  berlangsung di Cileungsi, Bogor itu memang banyak sekali yang menabrak aturan. Pertama, tidak sah karena kandidat yang dipilih secara sepihak saat di Munas itu ialah kader partai. Ke dua, yang memimpin persidangan
saat itu bukan presidium sidang, tapi yang memimpin persidangan steering committee (SC), dan dengan palu sidang yang berbeda,” jelasnya.

Wiranto menegaskan penunjukkan Fikar yang merupakan kader parpol dan ditunjuk oleh SC jelas melanggar aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKAMI Sulsel.

Terlebih, sejumlah cabang yang menyerahkan suaranya ke Fikar bukan merupakan cabang penuh IKAMI Sulsel dan masih cabang persiapan, atau baru diajukan pembentukannya saat Munas IKAMI Sulsel XVIII berlangsung.

“Yang memilih kandidat dari parpol itu 8 cabang dan bukan cabang penuh. Dan Munas yang dilanjutkan di Jakarta itu dipimpin 3 presidium sidang, yang sebelumnya telah memimpin jalannya Munas Bogor,” imbuhnya.

Sebanyak 29 cabang penuh IKAMI Sulsel XVIII yang memilih melanjutkan Munas di Jakarta ialah; Bali, Surabaya,  Malang, Kota Batu, Kab. Malang, Minahasa, Manado, Buru, Konawe, Kendari, Bogor, DKI Jakarta, Bekasi,
Tarakan, Bontang, Ambon, Inhil, Kutai Kertanegara, Jember, Toli-Toli, Palu, Luwuk, Merauke, Kota Jayapura, Kota Sorong, Gorontalo, Mamuju, Buol, Palembang.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IKAMI Sulsel terpilih Rahmat Al Kafi berterima kasih kepada  kepedulian 29 cabang yang memilih menyelamatkan organisasi IKAMI Sulsel dari kepentingan politik praktis.

Menurutnya sudah saatnya IKAMI Sulsel bangkit sebagai organisasi mahasiswa yang mandiri, terintegrasi, dan profesional.

“Visi kami IKAMI Sulsel MANTAP; Mandiri, Terintegrasi, dan Profesional. Kalau mandiri itu kita dorong teman- teman cabang punya badan usaha sendiri, atau punya produk. Dengan kemandirian juga kita dorong teman-teman untuk menjadi pengusaha-pengusaha,” ujarnya.

Sehingga nanti pengusaha-pengusaha Sulsel yang di daerah-daerah mereka itu jadi mentor-mentor bisnis,” kata Kafi usai menerima hasil Munas IKAMI Sulsel XVIII dari presidium  sidang.

Diharapkan PB IKAMI Sulsel menjadi milik semua cabang. Selain itu PB IKAMI Sulsel juga sudah seharusnya  terintegrasi dengan Kerukukan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan pemerintah, khususnya Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kalau terintegrasi kita mau PB ini milik seluruh cabang, jadi tidak ada lagi cabang yang merasa dia hidup tanpa  PB, jadi seluruh cabang terkoneksi termasuk website, kartu anggota, kita juga ingin IKAMI itu terintegrasi dengan  KKSS, pemerintah, dan tokoh-tokoh,” tuturnya.(Rasak)

Loading...

#TRENDING

To Top