ANEKA

Gedung Gereja Jemaat Imanuel Diresmikan

LUTRA.UPEKS.co.id- Bupati Luwu Utara (Lutra), Hj.Indah Putri Indriani mengungkapkan Pentahbisan Gedung
Gereja Jemaat Jemaat Imanuel yang berada di Desa Terpedo Jaya, Kecamatan Sabbang Selatan merupakan  saksi bukti persaudaraan dan persekutuan umat/jemaat.

Sebelum Bupati masuk di halaman Gedung Gereja disambut dengan Tarian Padduppa dan Mangngaruk dari  Rongkong dengan penandatanganan Prasasti.

Hal ini dikatakan Bupati pertama perempuan di Sulsel pada media ini melalui Kabag Humas Protokoler Syahruddin,  Minggu (29/12) siang.

Bupati Lutra menyebutkan sebab sejatinya, Gereja bukan saja merupakan sebuah bangunan fisik, tetapi Gereja  yang sejati adalah persekutuan umat beriman yang makin bertumbuh dalam kasih dan kebenaran, sumber  inspirasi pembangunan peradaban umat Kristiani daerah Luwu Utara serta Bangsa dan Negara tercinta ini.

“Kiranya dengan diresmikan gedung Gereja ini, umat semakin maju dan berkembang dalam melaksanakan misi  untuk menghadirkan kebaikan, kesejahteraan, keadilan dan perdamaian kepada seluruh ciptaan Tuhan,” ujar  Indah.

Dikatakan, Luwu Utara (Sabbang) dikenal sebagai wilayah yang beragam baik Suku, Agama maupun Budayanya.

Keragaman itu merupakan anugerah Tuhan yang senantiasa harus dikelola untuk kebaikan bersama. Apalagi menurutnya, ini merupakan miniatur Indonesia dan laboratorium kerukunan antar umat beragama.

Oleh sebab itu, semangat kerjasama antar Agama harus terus digemakan dari waktu ke waktu, dan menjadi salah  satu identitas kultural masyarakat Sabbang dan Sabbang Selatan.

Oleh karena itu, pentahbisan gedung Gereja Protestan Toraja Jemaat Imanuel ini merupakan, representasi dari  kebersamaan, kerjasama dan kerja keras yang dijiwai kegotong-royongan jemaat Gereja Protestan Toraja Jemaat  Imanuel selama ini.

Indah Putri Indriani berharap, hadirnya gedung Gereja Protestan Toraja Jemaat Imanuel ini, dapat digunakan  secara maksimal terutama bagi penyelenggara aktivitas kerohanian jemaat Imanuel disini. Selain sebagai
penyelenggaraan aktifitas kerohanian.

Sementara itu ditemui Ketua Ikatan Keluarga Toraja(IKAT) Kabupaten Luwu Utara, Marthina Simon, juga  menghimbau agar pentahbisan gedung Gereja ini harus selalu terbuka bagi setiap aktivitas pembelajaran yang  lebih praktis dan kontekstual bagi jemaat.

“Selain berfungsi sebagai tempat peribadahan jemaat, pentahbisan gedung Gereja ini, juga nantinya dapat  diharapkan difungsikan untuk membantu pemerintah dalam membahas persoalan-persoalan yang menyadarkan  masyarakat dalam jemaat,” pinta Marthina Simon yang juga Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dirinya menaruh harapan kiranya pada gedung Gereja ini, umat akan makin khusuk dalam membangun relasi  dengan Tuhan dan mengalami damai sejahtera dalam ziarah di dunia ini, umat makin maju dan berkembang serta  selaras.

Dan hadir dalan pentahbisan gedung Gereja itu, Danramil Sabbang Kapten Arm Yesaskar Garay, Camat Sabbang Selatan Fatmawati Beddu, Kepala Desa Terpedo Jaya Aris Mustamin, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, para Pendeta di Klasis Sangbua Lambe’, Tokoh masyarakat dan undangan lainnya.(yustus)

Loading...

#TRENDING

To Top